Pengguna TikTok yang Tuding Pelayanan iBox Kurang Ramah Akhirnya Minta Maaf

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengguna TikTok dengan akun @julio.ioio meminta maaf setelah video berisi kritikan iBox viral di media sosial. Ia meminta maaf melalui akun TikTok miliknya.

"Gue mau klarifikasi soal video yang viral kemarin. Kalau pihak iBox merasa dirugikan, gue mohon maaf yang sebesar-besarnya. Ini hanya murni pendapat customer. Gue ga pengen viral juga di sini, ngapain ya," ujar Julio, dikutip Minggu (27/12/2020).

Ia pun menceritakan kronologinya terkait pelayanan iBox yang menurut dia kurang ramah.

"Kronologinya pas gue masuk sama pacar gue, gue tuh harus panggil mereka dulu agar gue bisa bertanya. Pertanyaan-pertanyaan yang gue dan pacar gue tanya, jawabannya sih kurang puas ya. Menurut gw sih ogah-ogahan, menurut gue," ucapnya menjelaskan.

Julio sekali lagi menekankan kalau itu cuma opini customer. Meski merasa kurang puas dengan pelayanan iBox, ia mengaku tetap menjadi pelanggan setia iBox.

"Toh, gue tetap pelanggan setianya iBox kok. Mau beli MacBook Pro Touchbar, iPad Pro, udah gitu iPhone. iPhone gue ada dua, gue beli semua di iBox. Tapi kalau tersinggung, gue minta maaf," Julio memungkaskan.

Penjelasan Detail Erajaya

Suasana penjualan perdana iPhone 7 di gerai iBox di Central Park, Jakarta Barat. (Liputan6.com/Agustinus M Damar)
Suasana penjualan perdana iPhone 7 di gerai iBox di Central Park, Jakarta Barat. (Liputan6.com/Agustinus M Damar)

Sebelumnya, iBox ramai dihujat oleh warganet di media sosial karena dianggap tidak ramah dalam memberi pelayanan ke konsumen. Hal ini terjadi setelah ada sebuah video viral dari akun @julio.ioio yang berisi keluhannya saat berbelanja di gerai iBox yang ada di Mall Senayan City.

Dalam video viral, pelanggan ini mengeluh, merasa tidak mendapatkan pelayanan terbaik dari customer service iBox karena datang ke gerai dengan sandal jepit dan pakaian yang kurang rapi.

Hal ini pun diklarifikasi oleh pihak Erajaya Swasembada sebagai pengelola iBox, melalui keterangan yang diterima Tekno Liputan6.com, Sabtu (27/12/2020).

"Pertama-tama, kami selalu menghargai dan menyambut baik masukan pelanggan. Feedback yang konstruktif dan faktual akan membantu memperbaiki dan meningkatkan pelayanan staf di seluruh jaringan retail Erajaya Group," kata Erajaya dalam keterangan.

Erajaya pun menelusuri kasus ini, baik dengan cara wawancara staf yang terlibat dan meninjau rekaman CCTV di toko iBox. Dari hasil investigasi, diketahui kasus ini terjadi pada Kamis, 24 Desember 2020 pukul 12.49 WIB.

Dikatakan pihak Erajaya, saat itu staf iBox menyambut pelanggan dengan salam "Hallo, welcome to iBox'.

"Kemudian (staf) menanyakan produk Apple yang dicari. Staf kami kemudian menawarkan untuk membantu memberikan informasi, namun kustomer diam saja. Staf kami tetap mendampingi sampai kustomer berada di booth iPhone," kata pihak Erajaya.

Selanjutnya selama durasi 9 menit 4 detik, Erajaya menyebut, staf iBox terus melakukan probing di booth tersebut.

Beri Penjelasan dan Temani Kustomer

Karyawan menunjukkan iPhone X dan iPhone 8 pada penjualan perdana di gerai iBox, Central Park, Jakarta, Jumat (22/12). Calon pembeli rela antre untuk membeli iPhone terbaru sejak pagi hari. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Karyawan menunjukkan iPhone X dan iPhone 8 pada penjualan perdana di gerai iBox, Central Park, Jakarta, Jumat (22/12). Calon pembeli rela antre untuk membeli iPhone terbaru sejak pagi hari. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

"Kustomer menanyakan stok barang, perbedaan iPhone 11 dengan 12. Staf kami menjelaskan stok barang yang ada, namun kustomer masih kurang paham, sampai teman wanitanya merekomendasikan iPhone 12 Pro warna Gold," tulis Erajaya dalam klarifikasinya.

Lebih lanjut Erajaya mengatakan, staf iBox mencoba menjelaskan kembali mengenai kondisi stok, karena barang yang diminati (iPhone 12 Pro Max warna Pasific Blue) tidak tersedia.

Erajaya menyebut, staf iBox tetap melayani dan mendampingi kustomer hingga akhirnya kustomer memutuskan memilih iPhone 12 Pro 256GB warna Gold.

Selanjutnya pada pukul 12.59 WIB dari hasil rekaman CCTV disebutkan, kustomer berpindah ke bagian aksesoris. Saat itu, selama 5 menit, staf iBox menawarkan berbagai macam aksesoris pelengkap, dari mulai casing hingga tempered glass.

Saat itu kustomer ingin mencari casing clear, namun karena stok tidak tersedia, kustomer memutuskan untuk menggunakan tempered glass Lamina.

Kemudian pada 13.11 WIB, staf membawa unit yang dibeli kustomer ke meja aktivasi untuk diperiksa bagian aktivasi. Pada durasi selama 5 menit 47 detik, staf melakukan proses aktivasi produk.

"Staf kami kemudian meninggalkan kustomer dengan tim Lamina karena produk yang telah dibeli akan sekalian dipasang lapisan anti gores," kata Erajaya.

Undang Pengunggah Video

iPhone XS Max, iPhone XS, dan iPhone XR di iBox (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)
iPhone XS Max, iPhone XS, dan iPhone XR di iBox (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Atas adanya perbedaan kronologi kejadian yang disampaikan staf dan rekaman CCTV gerai dengan video viral di media sosial tersebut, pihak Erajaya Group pun mengundang pemilik akun TikTok @julio.ioio melalui direct message dan WhatsApp.

"Untuk mengetahui lebih jauh persepsi kurangnya pelayanan staf iBox, kami telah mengundang pemilik akun TikTok untuk dapat bersilaturahmi, namun saat ini belum mendapatkan tanggapan," kata pihak Erajaya.

Lebih lanjut, Erajaya mengimbau agar yang bersangkutan bisa meluangkan waktu untuk bertemu dengan perwakilan Erajaya.

(Isk/Ysl)