Penggunaan Rupiah dalam Transaksi Perdagangan Jangan Diintervensi

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

Jakarta (Antara) - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi menghendaki pemberlakuan penggunaan mata uang rupiah dalam beragam transaksi di wilayah Indonesia harus diteruskan dan jangan sampai diintervensi.

"Usulan penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi perdagangan jangan sampai diintervensi," kata Sofjan Wanandi di Jakarta, Rabu.

Menurut Sofjan, usulan penggunaan mata uang rupiah dalam beragam jenis transaksi perdagangan kerap diintervensi sejumlah pihak yang berargumen antara lain karena hal tersebut dinilai dapat mengganggu "cash flow" sejumlah perusahaan atau badan usaha yang menggunakan mata uang dolar.

Bahkan, lanjutnya, terdapat sejumlah pihak yang melakukan intervensi itu sebenarnya adalah bagian dari pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa Indonesia telah memiliki UU Mata Uang yang menegaskan bahwa semua transaksi di wilayah Republik Indonesia harus menggunakan mata uang rupiah.

Sedangkan mata uang dolar, menurut dia, juga masih digunakan dalam transaksi di sejumlah tempat seperti di pusat perbelanjaan di Jakarta yang dikenal sebagai tempat mencari berbagai perangkat elektronik.

Sebagaimana diketahui, penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi merupakan salah satu solusi agar perekonomian di Indonesia tidak lagi banyak menggunakan mata uang dolar AS sehingga berpotensi mengakibatkan melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR RI Airlangga Hartarto mengatakan, pihak otoritas seharusnya sudah tidak lagi mengimbau tetapi memaksa agar pembayaran dengan menggunakan mata uang rupiah segera dapat diterapkan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Harry Azhar Azis, mengatakan, paket kebijakan ekonomi seharusnya fokus untuk mengatasi penurunan rupiah dan lebih konkrit dalam penerapannya.

"Yang terpenting saat ini adalah bagaimana menetralisir penurunan nilai rupiah," katanya.

Selain itu, ujar dia, pemerintah seharusnya mengambil langkah konkret dengan memanggil para spekulan untuk meredam gejolak kurs rupiah saat ini.

Ia mengemukakan, langkah-langkah konkret itu perlu diambil karena terdapat "pemain" terkait terpuruknya rupiah sehingga seharusnya berbagai pihak tersebut dipanggil saja.

Senada dengan Harry, Sofjan Wanandi ingin negara jangan sampai kalah dengan para spekulan yang dinilainya bukanlah termasuk spekulan besar tingkat global.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat