Penggunaan Smartphone Bikin Tren Mobile Game Meledak di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pertumbuhan smartphone di Indonesia dinilai menjadi faktor yang meningkatkan jumlah pemain mobile game di Tanah Air.

CEO dan Co-Founder Agate, Arief Widhiyasa, dalam temu media virtual pekan lalu mengatakan, dengan keberadaan smartphone, orang menjadi lebih mudah dalam mengakses sebuah permainan atau game.

"Dari kita kecil, game itu seperti ultimate form of entertainment, tapi mungkin kita beruntung, orangtua bisa membelikan konsol atau gaming PC, tidak semua bisa mendapat privilege itu," kata Arief.

Namun, menurut Arief, saat ini mobile phone adalah barang yang seakan wajib dimiliki oleh orang-orang, entah untuk pekerjaan, media sosial, atau sekadar komunikasi.

"Tapi ternyata alat yang sama, dengan harga terjangkau, ternyata bisa main game," kata Arief, ditulis Selasa (9/11/2021).

Arief mengatakan, dengan semakin banyak masyarakat yang bisa memiliki akses ke ponsel, ini membuka kesempatan semakin banyak orang yang bisa memainkan game di perangkat mobile.

"Ini seperti 'opening the new horizon' semua orang bisa main game. Menurut saya itu sih yang jadi alasan fundamental kenapa mobile game bisa meledak," kata Arief.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menyukai Berbagai Genre

Samsung Galaxy M22 untuk bermain Genshin Impact (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)
Samsung Galaxy M22 untuk bermain Genshin Impact (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Untuk tipe game yang populer di Indonesia sendiri, Arief mengungkapkan bahwa game-game multiplayer masih menjadi mayoritas game dengan pendapatan tertinggi di Indonesia.

"Tapi kalau dilihat lebih detail seperti top 100 games, kita bandingkan, ternyata dilihat di Indonesia ini bisa dibilang cerminan dari berbagai kantung-kantung market yang ada di global," kata Arief.

"Di Indonesia yang suka battle royale tembak-tembakkan ada. Yang suka MOBA ada, yang suka action ada, yang suka game gaya anime juga ada," Arief menuturkan.

Meski secara ukuran tidak besar, namun "kantung-kantung" yang banyak dan beragam tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menjadi pasar yang ideal bagi para pelaku industri game.

"Karena market-nya masih baru, lagi berkembang, dan ternyata semua genre ada yang suka," kata Arief.

Optimistis akan Industri Game

Garuda Indonesia perkenalkan karakter game online yang pertama dari Indonesia yang berjudul LOKAPALA: Saga of The Six Realms.
Garuda Indonesia perkenalkan karakter game online yang pertama dari Indonesia yang berjudul LOKAPALA: Saga of The Six Realms.

Arief sendiri menyatakan dirinya optimistis melihat perkembangan industri game di Tanah Air.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan pasar global, average revenue per user (ARPU) atau pendapatan rata-rata per pengguna market di Indonesia memang masih rendah.

Namun dirinya melihat ada pertumbuhan secara year-on-year yang selalu naik ke atas.

"Karena memang GDP per kapita kita naik, penetrasi internet makin lama kian bagus, semakin banyak orang bisa akses internet, dan semua orang punya handphone, harganya bahkan semakin murah," ujarnya.

Menurut Arief, ketiga faktor tersebut diyakini bisa membuat pasar game di Indonesia akan semakin besar. Dia menambahkan, hampir tidak ada satu faktor yang membuatnya menurun.

"Paling tidak untuk lima sampai sepuluh tahun ke depan. Jadi saya sih super optimistis melihat perkembangan industri dan market di Indonesia, khususnya di gaming," pungkasnya.

(Dio/Isk)

Infografis Bisnis Game di Indonesia

Infografis Bisnis Game di Indonesia (Liputan6.com/Deisy Rika)
Infografis Bisnis Game di Indonesia (Liputan6.com/Deisy Rika)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel