Penggunaan Tanda Baca Titik dan Koma yang Benar, Wajib Tahu

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Mengerti penggunaan tanda baca titik dan koma yang benar adalah amunisi membuat karya tulis yang paling utama. Tanda baca adalah simbol dalam bahasa Indonesia yang memiliki banyak bentuk dan fungsi.

Tanda baca titik dan koma merupakan dua tanda baca yang paling sering digunakan dan sangat umum. Fungsi tanda baca berkaitan dengan struktur, jeda, dan intonasi. Intinya adalah memudah pembaca memahami sebuah tulisan.

Dalam ulasan kali ini, penggunaan tanda baca titik dan koma yang benar akan dikupas tuntas. Agar lebih memahami, bisa langsung menyimak contoh yang sudah disajikan.

Berikut Liputan6.com ulas penggunaan tanda baca titik dan koma yang benar dari berbagai sumber, Jumat (19/2/2021).

Mengenal Tanda Baca

Ilustrasi Membaca Buku | Credit: unsplash.com/Laura
Ilustrasi Membaca Buku | Credit: unsplash.com/Laura

Tanda baca adalah simbol dalam bahasa Indonesia yang memiliki banyak bentuk. Selain beragam bentuk, tanda baca punya fungsi yang berbeda-beda.

Dalam membuat sebuah karya tulis, tanda baca adalah pelengkapnya. Tanda baca yang dapat memudahkan pembaca memaknai sebuah karya tulis.

Tanda baca tidak memiliki keterikatan dengan suara atau fenom dan frasa. Peranan tanda baca dapat menunjukkan struktur tulisan, intonasi, dan jeda sewaktu dibacakan.

Setiap karya tulis memiliki ciri khas tanda baca yang berbeda-beda. Perbedaan ini sangat bergantung dengan karakter tulisan penulisnya. Akan tetapi, selalu ada aturan khusus dapat praktik penerapannya.

Tanda Baca yang Sering Digunakan

Ilustrasi Membaca Buku | Credit: pexels.com/Alexandra
Ilustrasi Membaca Buku | Credit: pexels.com/Alexandra

Ada dua jenis tanda baca yang sering digunakan, yakni tanda baca titik (.) dan tanda baca koma (,). Keduanya adalah tanda baca dengan simbol bentuk yang hampir sama.

Tanda baca titik fungsinya untuk mengakhiri sebuah kalimat. Tanda baca koma fungsinya untuk memberikan jeda dalam sebuah kalimat. Keduanya saling melengkapi satu dengan lainnya. Keberadaan keduanya dalam satu kalimat sudah sangat lumrah.

Selain tanda baca titik dan koma, sebenarnya ada 13 tanda baca lain yang bisa digunakan dalam membuat karya tulis. Ada tanda titik koma (;), titik dua (:), hubung (-), pisah (__), tanya (?), seru (!), elipsis (…), petik (“…”), petik tunggal (‘…’), kurung ((…)), kurung siku ([…]), garis miring (/), dan penyingkat (“).

Penggunaan Tanda Baca Titik yang Benar

Ilustrasi Membaca Buku | Credit: unsplash.com/Thought
Ilustrasi Membaca Buku | Credit: unsplash.com/Thought

Mengakhiri Kalimat

Penggunaan tanda baca titik yang pertama adalah mengakhiri sebuah kalimat, bukan pertanyaan dan seruan. Pada dasarnya, tanda baca titik memiliki fungsi sesuai dengan letak simbol itu berada.

Contoh:

1. Belajar siang dan malam agar mendapat nilai memuaskan.

2. Ibu belanja ke pasar untuk memasak sarapan.

3. Budi pergi bersama Ayah saat hari libur sekolah tiba.

Singkatan Nama

Penggunaan tanda baca titik yang kedua adalah berada di akhir singkatan nama orang. Tidak dipakai bila nama tidak terlalu panjang dan bisa ditulis lengkap.

Contoh:

1. Muh. Hatta

2. Jendral A.H. Nasution

3. Joko B. Setiyono

Gelar, Pangkat, Jabatan, dan Sapaan

Penggunaan tanda baca titik yang benar ketiga adalah untuk menuliskan gelar, pangkat, jabatan, dan sapaan.

Contoh:

1. Rr. Ajeng Prawirodirjo dinobatkan menjadi ratu kerajaan.

2. Penghargaan pemerhati lingkungan diberikan kepada Bpk. Hendrawan.

3. Ir. Soekarno adalah presiden pertama di Indonesia.

Singkatan Umum

Penggunaan tanda baca titik yang keempat adalah untuk disematkan pada singkatan umum, penggunaannya tidak bisa diubah dan sudah menjadi ketetapan.

1. dsb. = dan sebagainya

2. dll. = dan lain-lain

3. hlm. = halaman

4. tgl. = tanggal

5. sda. = sama dengan atas

6. a.n. = atas nama

7. d.a. = dengan alamat

8. s.d. = sampai dengan

Memisahkan Angka Jam, Menit, dan Detik

Penggunaan tanda baca titik yang kelima adalah menuliskan waktu tertentu.

Contoh:

1. Waktu: pukul 12.30 WIB , pukul 12.30.50 → pukul 12 lewat 30 menit 50 detik

2. Jangka waktu: 3.17.25 → 3 jam, 17 menit, 25 detik ; 0.11.05 → 11 menit, 5 detik

Pemisah Bilangan

Penggunaan tanda baca titik yang keenam adalah untuk memisahkan bilangan yang menunjukkan jumlah tertentu. Penggunaan titik pada pemisahan ini untuk memudahkan pembacaannya.

Contoh:

1. Susi mendapat nomor tes 05678 dalam seleksi penerimaan pegawai tetap di perusahaan media Jakarta.

2. Kakek lahir di tahun 1956 dan sekarang tepat berusia 60 tahun.

3. Total ada 2.500 ton padi yang hangus terbakar si jago merah.

Penggunaan Tanda Baca Titik yang Benar

Daftar Puskata

Penggunaan tanda baca titik yang ketujuh adalah untuk menulis daftar pustaka. Titik memiliki peran memisahkan informasi dalam daftar pustaka, berupa nama pengarang, tahun, judul, dan penerbit.

Contoh:

1. Suyanto. 2007. “Artificial Intelligence : Searching, Reasoning, Planning and Learning”. Bandung : Penerbit Informatika.

2. Wilson, Robin J. & Watkins, John J. 1990. Graphs : An Introductory Approach. New York : John Wiley & Sons, Inc.

3. Stafford-Clark, D. 2004. Mentasy disoders and therir treatment. The New Encyclopedia Britannica. Encyclopedia Britannica. 27: 567-569.

Penomoran

Penggunaan tanda baca titik yang kedelapan adalah penomoran yang titik terletak tepat di belakang angka.

Contoh:

1. ; 2. ; 3. ; 4. ; 5. ; 6. ; … dst.

Bagan

Penggunaan tanda baca titik yang kesembilan adalah sebagai penulisan bagan atau daftar. Tepatnya tanda titik berada di belakang angka atau huruf dalam sebuah buku atau karya tulis tertentu.

Contoh:

1. Jenis – jenis Graf

1.1 Graf Sederhana

1.2 Graf Tak-Sederhana

A. Media Massa

1. Koran

2. Radio

Singkatan Lembaga

Penggunaan tanda baca titik yang kesepuluh adalah menyingkat nama resmi sebuah lembaga, organisasi, dan berbagai jenis akronim lainnya.

Contoh:

1. MPR adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat

2. OSIS adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah

3. UUD adalah Undang Undang Dasar

4. KTP adalah Kartu Tanda Penduduk

Surat Menyurat

Penggunaan tanda baca titik yang kesebelas adalah untuk kepentingan surat menyurat. Tepatnya di belakang alamat pengirim dan penerima, tanggal, nama pengirim dan penerima surat.

Contoh:

Yth. Titis Mardiasih

Jalan Mangga 51

Jakarta

17 Agustus 2021

Penggunaan Tanda Baca Koma yang Benar

Ilustrasi Membaca | Credit: pexels.com/Enzo
Ilustrasi Membaca | Credit: pexels.com/Enzo

Gelar

Penggunaan tanda baca koma yang pertama adalah dalam penulisan gelar dan sertifikasi. Penulisan nama beserta gelar pendidikan memang sering kali menggunakan tanda koma. Baik pada satu gelar pendidikan atau lebih dari satu gelar.

Contoh:

1. Bayu Nugroho, S.Ikom

2. Paula Mariana, S.Pd, S.H.

Panggilan

Penggunaan tanda baca koma kedua adalah penulisan kalimat yang menyertakan panggilan. Ini sering kali ditemui dalam karya sastra seperti novel atau buku cerita lainnya. Penggunaan tanda koma ini dapat memudahkan pembaca memahami makna tulisan dan membedakan intonasi bacaan.

Contoh:

1. Kami tidak bisa melakukannya tanpa Anda, Lisa.

2. Terima kasih, Gubernur, atas dukungannya.

3. Doni, tolong mampir ke kantorku sebelum kamu berangkat hari ini.

Tanggal

Penggunaan tanda baca koma yang ketiga adalah penulisan tanggal. Baik ketika menuliskan tanggal dalam sebuah surat atau tulisan apapun, susunan hari, tanggal, bulan, dan tahun selalu ditulis dengan menggunakan tanda koma.

Contoh:

1. Lina lahir pada hari Senin, 25 November 2003.

2. Toko itu tutup selamanya mulai hari Rabu, 15 Oktober 2019.

Alamat Lengkap

Penggunaan tanda baca koma keempat adalah menuliskan alamat lengkap. Alamat rumah atau alamat suatu tempat memiliki keterangan yang panjang.

Bisa meliputi nama jalan, nomor rumah, dusun, kecamatan, kabupaten, dan nama provinsi. Untuk memperjelas penulisan alamat, tanda koma selalu digunakan di setiap bagian alamat yang dituliskan.

Contoh:

1. Alamat tujuan pengiriman pesanan: Jl. Parkit V No.45, RT 001/RW 002, Kel. Petemon, Kec. Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

2. Keluarganya pindah dari Bristol, Inggris, ke Portsmouth, New Hampshire, ketika dia berusia delapan tahun.

Penggunaan Tanda Baca Koma yang Benar

Variasi

Penggunaan tanda baca koma kelima adalah menuliskan penyebutan variasi. Tanda baca koma memudahkan pembaca untuk mengetahui jenis-jenis benda yang disebutkan dengan mudah dan jelas.

Contoh:

1. Terdapat berbagai macam buah segar yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, jeruk, pir, anggur, juga jambu air.

2. Untuk hidangan utama, pengunjung dapat memilih pasta vegetarian, daging sapi, ayam, atau salmon.

Kata Benda Sama

Penggunaan tanda baca koma keenam adalah menjelaskan deskripsi benda yang sama. Menjelaskan deskripsi suatu benda berdasarkan sifat atau bentuk yang dimilikinya.

Contoh:

1. Penerbangan yang baru saja saya lakukan adalah penerbangan yang panjang, berisik, dan cukup menakutkan.

2. Bunga yang kamu bawakan sangat harum, indah, dan mempesona.

4. Dia bertubuh kurus, tinggi, dan menawan.

Penekanan

Penggunaan tanda baca koma ketujuh adalah memberikan penekanan. Biasanya koma diletakkan tepat di depan kata yang menjadi kata penjelas atau kata yang memberikan fungsi penekanan.

Contoh:

1. Ini adalah film yang sangat, sangat kejam.

2. Kamu tega sekali melakukan ini kepada saya, tega.

Penjelas

Penggunaan tanda baca koma kedelapan adalah untuk memperjelas kata sebelumnya. Tidak jauh berbeda dengan fungsi deskripsi, namun di sini tanda koma digunakan untuk memperjelas kata yang sebelumnya dituliskan.

Contoh:

1. Mary Smith, seorang staf penulis di Times, baru-baru ini menulis sebuah buku tentang topik itu.

2. Penempatan jendela gedung, yang oleh para arsitek disebut fenestration, adalah di antara fitur-fiturnya yang paling khas.