Penghargaan bagi Tenaga Kesehatan, Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 Jawa Barat Siap Diresmikan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) segera meresmikan Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 Jabar, di Jalan Surapati, Kota Bandung. Monumen ini merupakan cara Pemprov Jabar menghargai perjuangan para tenaga kesehatan, relawan dan ASN yang terlibat dalam penanganan pandemi.

Selain itu, melalui monumen masyarakat yang memanfaatkan kawasan tersebut diajak untuk sama-sama merenungkan dan terus berupaya meminimalisasi kasus Covid-19 di Jabar.

Dalam monumen tersebut terdapat nama-nama para tenaga kesehatan, relawan maupun ASN yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Jabar yang dipahat di dua sisi kiri dan kanan gerbang monumen.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar Boy Iman Nugraha menyebutkan ada 291 nama yang akan tercatat di Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 Jabar, 44 nakes di antaranya berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara. Monumen ini diperuntukkan sebagai pengingat untuk semua bahwa menangani pandemi tidak mudah dan butuh pengorbanan termasuk jiwa.

"Jadi ada dua esensi. Satu sebagai penghargaan terhadap dedikasi, yang kedua adalah sebagai tempat perenungan bagi kita bahwa Covid-19 harus dihadapi bersama oleh kita semua dengan menjaga protokol kesehatan, menjaga diri kita, menjaga keluarga kita, menjaga lingkungan kita untuk tetap sehat," kata dia, Jumat (5/11/2021).

Direncanakan pembukaan monumen ini dilakukan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo pada 10 November 2021, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Dedi Taufik pada kesempatan yang sama optimistis Presiden Jokowi akan hadir langsung meresmikan Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 Jawa Barat pada 10 November mendatang.

"Jadi, mulai penyambutan presiden dikemas dalam sebuah kesenian, dan kemudian juga nanti diakhiri dengan pembacaan puisi melibatkan para budayawan. Selain itu, ada teman-teman seniman lain yang mengisi," ujarnya.

Meski demikian, Dedi juga tetap menyiapkan rencana jika Presiden hadir secara daring. "Kami juga siapkan secara hybrid: offline dan online. Nanti kita lakukan apabila Bapak Presiden tidak bisa hadir," dia menandaskan.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel