Penghasilan Petugas Lapangan Dishub DKI akan Ditambah

Jakarta (ANTARA) - Personel Dinas Perhubungan (Dishub) DKI yang bertugas di lapangan akan menerima tambahan tunjangan kerja karena tugas yang diemban oleh personil lapangan dinilai memiliki resiko dan jiwa yang tinggi.

"Kita tidak mau terlalu mahal proyek, lebih baik anggaran yang tersedia ditambahkan untuk tunjangan orang - orang di lapangan," kata Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, personel Dishub DKI mengemban tugas yang cukup beresiko.

"Mereka terpaksa menelan debu selama bertugas di jalanan mengatur arus kendaraan bermotor setiap hari," ujarnya.

Belum lagi, lanjut Ahok, bila terjadi perampokan di jalan, bisa saja mereka (petugas Dishub) yang duluan kena tembak perampok.

Sehingga, petugas Dishub di lapangan juga hendaknya dibekali senjata api (senpi).

"Senpi diperlukan oleh para personil Dishub DKI untuk membantu petugas kepolisian saat melihat aksi perampokan," tuturnya.

Ahok mengungkapkan, tambahan penghasilan untuk personil Dishub yang bertugas di lapangan masih perlu dikaji mendalam.

"Ada hitungan, tapi intinya setiap orang yang kerja di lapangan dengan risiko kesehatan dan jiwa yang tinggi itu harus memperoleh tunjangan yang lebih baik. Konsepnya seperti itu," ungkapnya.

Ahok menjelaskan, Pemprov DKI masih membahas terkait penambahan personil Dishub DKI.

"Namun, kemungkinan penamabahan personil Dishub DKI akan direkrut dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)," jelasnya.

Terlebih, tambah Ahok, tugas dan peran Satpol PP DKI saat ini mulai berkurang karena tidak akan ada lagi penggusuran.

"Tugas Satpol PP membantu mensterilisasi jalur bus Transjakarta dan mengatur arus lalu lintas," tambahnya.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.