Penghimpunan Dana di Pasar Modal Sentuh Rp 274 Triliun hingga Akhir Oktober 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal hingga akhir Oktober 2021 mencapai Rp 274 triliun. Dari penggalangan dana di pasar modal itu, terdapat 37 IPO dengan nilai Rp 31,11 triliun.

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Luthfy Zain Fuady memaparkan, raihan tersebut berasal dari 145 penawaran umum. Rinciannya, terdapat 37 penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) senilai Rp 31,11 triliun.

Luthfy mengatakan, kendati masih dalam situasi pandemi, penggalangan dana melalui IPO masih diminati.

"IPO alhamdulillah tetap ada perusahaan mencari dana melalui pasar modal. Emiten baru tahun kemarin 53 perusahaan, Oktober akhir sudah ada 37 emiten baru yang masuk ke pasar modal,” kata dia dalam webinar KAFEGAMA, Jumat (5/11/2021).

Kemudian 29 penawaran umum terbatas (PUT) Rp 160,08 triliun, 6 Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) senilai Rp 6,97 triliun, 33 Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) tahap pertama senilai Rp 31,06 triliun dan 40 PUB EBUS tahap kedua senilai Rp 45,09 triliun.

Pada periode yang sama, Luthfy menjabarkan kondisi IHSG sejak awal tahun sampai dengan 29 Oktober 2021 yang menguat 10,24 persen ke level 6.591,35.

Sejalan, peningkatan nilai kapitalisasi pasar hingga 29 Oktober tercatat naik 16,01 persen dari sebelumnya Rp 6.968 triliun pada akhir tahun lalu, menjadi Rp 8.084,68 triliun.

Adapun dari sisi jumlah investor hingga akhir Oktober mencapai 6,75 juta investor. Naik 74,15 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebanyak 3,88 juta investor. Rinciannya, 3.089.997 investor saham, 6.109.636 investor reksa dana dan 588.329 investor Surat Berharga Negara (SBN).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Aktivitas Investor Pasar Modal Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan pertumbuhan dan aktivitas investor pasar modal berdampak signifikan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Verdi Ikhwan menuturkan, saat ini jumlah investor pasar modal termasuk saham, obligasi dan reksa dana mencapai 6.597.100 SID.

"Pertumbuhan dan aktivitas investor pasar modal ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar dia dalam diskusi bersama Infobank, Jumat, 29 Oktober 2021.

Dari investor pasar modal 6.597.100, jumlah investor saham mencapai 3.008.318 SID. Ia menilai, hal tersebut merupakan pencapaian menggembirakan dari pasar modal serta dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

Bertambahnya investor ini juga diikuti dengan jumlah perusahaan baru yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga September 2021, ada 38 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Verdi prediksi, lebih dari 50 perusahaan akan mencatatkan saham di BEI hingga akhir 2021.

“Masih ada 21 hingga 27 semoga akhir tahun bisa lebih dari 50 melebihi 2020," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel