Penghuni Waduk Pluit yang Digusur Punya Mobil

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta terus membongkar rumah-rumah liar di bantaran Waduk Pluit Jakarta untuk memudahkan pengerukan yang direncanakan kedalamannya 10 meter. Koordinator Pengerukan Waduk Pluit R Heryanto, tak semua rumah-rumah yang bongkor itu milik warga miskin. Dia sempat menemukan 15 kepala keluarga yang memiliki mobil saat pembongkaran Selasa lalu.

"Ada sekitar 15 rumah yang punya mobil. Bahkan ada yang punya Metromini, bikin bengkel di situ," kata dia, Rabu 17 April 2013. Selasa lalu, puluhan petugas menggusur 70 kepala keluarga yang membuat rumah di pinggir waduk tersebut. Sampai saat ini baru 3,5 kilo meter lahan pinggiran waduk yang berhasil dibersihkan.

Menurut dia, bagi warga yang diketahui memiliki mobil sejenis Sedan dan Toyota Avanza atau Xenia, tidak akan mendapatkan ruumah susun seperti para korban gusuran yang tidak mampu.

Berdasarkan pantauan Tempo, masih ada tiga tenda berwarna hijau gelap yang didirikan di sekitar lokasi penggusuran kemarin. Sejumlah petugas dari Satpol PP dan kepolisian masih terlihat mondar-mandir mengamankan lokasi penggusuran. Alat-alat berat masih terparkir di sekitar lokasi penggusuran.

Sebelumnya, Rusun Pulo Gebang sudah disiapkan untuk sekitar 200 keluarga korban penggusuran Waduk Pluit. Tapi mereka meminta rusun yang terdekat, Rusun Muara Baru. Hari ini Dinas Perumahan Pemprov DKI Jakarta tengah mengadakan rapat soal pemindahan warga ke Rusun Muara Baru. Sekitar 200 keluarga sudah setuju dan siap untuk pindah esok hari ke Rusun Muara Baru.

(Baca: 150 Keluarga di Waduk Pluit Akan Dipindah ke Rusun )

FIONA PUTRI HASYIM

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.