Pengibaran Bendera Asia Afrika, Penanda Dimulainya Peringatan 67 Tahun KAA

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengibaran 109 bendera negara Asia dan Afrika serta satu bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di kawasan Gedung Merdeka, Bandung, menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan 67 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA). Tahun ini, semangat yang digaungkan adalah pemulihan bersama usai Covid-19 hingga perdamaian.

Dari pantauan, pengibaran bendera dilakukan oleh ratusan anggota pramuka, Senin (18/4). Prosesi ini diiringi dengan tabuhan ritmik drum dan alunan alat musik marching band. Kesan semangat terasa, sejalan dengan tema yang diusung bertajuk Pulih Bersama, Bangkit Perkasa.

Diplomat Ahli Utama Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teguh Wardoyo mengatakan pelajaran solidaritas dan nilai sejarah dari penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika harus terus dijaga.

"Ini nilai sejarah yang harus dijaga dan tetap dipelihara. Harus didorong untuk mencapai cita-cita bangsa Asia Afrika menuju 'Asia Baru' dan 'Afrika Baru', yang bebas dari berbagai belenggu kesakitan, khususnya penjajahan yang membayangi," kata Teguh.

"Bangsa Asia dan Afrika harus bisa menuju kepada financial freedom, kemakmuran di seluruh lini kehidupan," ia melanjutkan.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruhzanul Ulum menyebut Dasasila Bandung sebagai poin penting yang masih relevan dan harus dilakukan sampai saat ini. Semua muatan mengenai solidaritas hingga perdamaian yang tertuang di dalamnya masih sangat dibutuhkan

"Kami yakin Dasasila Bandung dari poin satu sampai sepuluh, masih relevan sampai saat ini dan masih dibutuhkan oleh bangsa-bangsa di dunia," ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari menyiapkan sejumlah rangkaian acara untuk menebarkan pesan-pesan yang terkandung dalam semangat Asia-Afrika.

Kenny menilai tema dalam perayaan KAA ini sebagai momentum perdamaian dunia. Ia berharap, peperangan yang terjadi saat ini semoga bisa cepat terselesaikan. Banyak hal penting yang mesti kita cari solusinya ketimbang berperang.

"Sekarang kan fokus pemulihan ekonomi pascapandemi, inovasi untuk energi terbarukan, juga soal lingkungan hidup. Itu merupakan hal-hal penting yang mestinya dipikirkan oleh negara-negara di dunia," ucap Kenny.

Kepala Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA), Dahlia Kusuma Dewi menambahkan, akan ada delapan rangkaian acara pada bulan April hingga Juni 2022 dalam memperingati KAA. Mulai dari pengibaran dan penurunan bendera negara Asia-Arika, jamuan teh petang bersama saksi sejarah KAA di hari penurunan bendera pada 24 April 2022.

Kemudian peluncuran perangko peringatan KAA. Lalu pada bulan Mei ada gelaran Asia African Friendship Day: International Students Gathering, donor darah dan Hari Museum Internasional. Di Bulan Juni, akan ada peluncuran komik dan maskot KAA, konser MKAA, dan Bandung Historical Study Games.

"Kami akan bekerja sama dengan Pemkot Bandung. Tentu penyelenggaraan acaranya menyesuaikan dengan kondisi sekarang yang masih pandemi," ucap dia. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel