Pengidap Diabetes Boleh Konsumsi Telur, Asal...

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVATelur adalah sumber protein yang bagus. American Diabetes Association menganggap telur sebagai pilihan yang sangat baik untuk penderita diabetes. Namun, ada syarat yang perlu dipenuhi agar konsumsi telur tak berbalik menjadi petaka.

Tercatat dalam satu butir telur besar mengandung sekitar setengah gram karbohidrat, jadi diperkirakan tidak akan menaikkan gula darah Anda. Tetapi, itu semua bergantung dari cara pengolahan dan seberapa banyak Anda akan mengonsumsi telur.

Berikut fakta-fakta terkait telur bagi pengidap diabetes, dikutip dari laman Healthline, Minggu, 20 Desember 2020.

1. Tinggi kolesterol

Riset menunjukkan bahwa konsumsi telur yang berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Meskipun hubungannya tidak jelas, para peneliti percaya bahwa asupan kolesterol yang berlebihan, jika berasal dari makanan hewani, dapat meningkatkan risiko tersebut.

Telur memang tinggi kolesterol. Satu telur besar mengandung hampir 200 mg kolesterol, tetapi apakah ini berdampak negatif pada tubuh atau tidak masih bisa diperdebatkan. Pemantauan kolesterol Anda penting jika Anda menderita diabetes karena diabetes adalah faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Kadar kolesterol yang tinggi dalam aliran darah juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Tetapi asupan kolesterol dari makanan tidak terlalu berpengaruh pada kadar darah seperti yang pernah diperkirakan. Jadi, penting bagi penderita diabetes untuk mewaspadai dan meminimalkan risiko penyakit jantung lainnya.

2. Lemak baik

Telur ayam bermanfaat baik karena tinggi omega-3, yang merupakan lemak bermanfaat bagi penderita diabetes. Satu telur besar hanya memiliki sekitar 75 kalori dan 5 gram lemak, hanya 1,6 gram di antaranya adalah lemak jenuhnya.

Makanan ini sangat serba guna dan dapat disiapkan dengan berbagai cara sesuai selera Anda. Nah, di sini permasalahannya.

3. Batasan konsumsi telur

Telur mendapat reputasi buruk beberapa tahun yang lalu karena dianggap terlalu tinggi kolesterol untuk menjadi bagian dari makanan sehat. Peran kolesterol makanan yang berkaitan dengan jumlah kolesterol darah total seseorang tampaknya lebih kecil dari yang diperkirakan sebelumnya.

Telur tetap tidak boleh dikonsumsi berlebihan jika Anda menderita diabetes. Rekomendasi saat ini menunjukkan bahwa seseorang dengan diabetes sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 200 miligram (mg) kolesterol setiap hari atau sebaiknya batasi konsumsi telur menjadi tiga kali seminggu

4. Asupan tepat

Karena semua kolesterol ada di kuning telur, Anda dapat makan putih telur tanpa mengkhawatirkan pengaruhnya terhadap konsumsi kolesterol harian Anda. Satu telur yang relatif tidak berbahaya dan sehat dapat dibuat sedikit kurang sehat jika digoreng dengan mentega atau minyak goreng yang tidak sehat.

Demikian pula, jangan terlalu sering menyajikan telur dengan daging olahan tinggi lemak dan tinggi natrium seperti sosis.

Merebus telur dalam microwave hanya membutuhkan waktu satu menit dan tidak membutuhkan lemak tambahan. Selain itu, telur rebus adalah camilan berprotein tinggi yang berguna jika Anda menderita diabetes.

Protein akan membantu Anda tetap kenyang tanpa memengaruhi gula darah Anda. Protein tidak hanya memperlambat pencernaan, tetapi juga memperlambat penyerapan glukosa. Ini sangat membantu jika Anda menderita diabetes.