Pengiriman Interior Terlambat, Peresmian Masjid Raya Sheikh Zayed Ditunda

Merdeka.com - Merdeka.com - Rencana peresmian Masjid Raya Al Zayed Solo pada akhir Agustus ini harus ditunda. Masyarakat Solo harus bersabar untuk bisa menggunakan masjid hibah Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed Bin Zayed Al-Nahyan untuk Presiden Joko Widodo hingga November 2022 mendatang.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, mundurnya jadwal peresmian masjid di Jalan Ahmad Yani, Gilingan itu dikarenakan ada keterlambatan pengiriman barang interior yang harus diimpor dari negara lain.

"Peresmiannya mundur jadi bulan November ya. Ada beberapa keterlambatan barang barang interior. Soalnya import, ini tinggal masang interior sama menara-menaranya," ujar Wali Kota Solo, Rabu (20/7).

Sementara untuk pembangunan Islamic Center yang menempati lokasi di sekitar masjid, Gibran menjelaskan, hingga saat ini belum bisa dipastikan. Bangunan yang juga bantuan dari Sheikh Mohammed Bin Zayed Al-Nahyan yang menempati markas Detasemen Pembekalan Angkutan (Denbekang) IV-44-04/Surakarta itu masih menyelesaikan sejumlah persoalan.

"Untuk Islamic Center tunggu dulu, belum dibicarakan lagi. Masih butuh solusi untuk 35 KK, belum pasti semua," jelas Gibran.

Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dimulai pada Maret 2021 ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri BUMN Eric Tohir, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab Suhail Al Mazroui, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Wali Kota Gibran Rakabuming Raka.

Mereka secara bersamaan menuangkan adukan beton dengan menggunakan sekop ke sebuah wadah besar.

Masjid bantuan pemerintah UEA tersebut didedikasikan kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Pembangunan masjid ini merupakan monumen persahabatan kedua negara. Masjid ini juga akan menjadi mercusuar syiar Islam di Nusantara dan simbol moderasi beragama dalam rangka mewujudkan dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia dan keadilan sosial.

"Ini menjadi bukti hubungan baik z Indonesia dan UEA ini akan terus ditingkatkan. UEA dikenal dengan toleransinya, semoga bisa menginspirasi kita semua untuk kembali mengembangkan toleransi dalam beragama," ujar Menag Yaqut saat itu. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel