Pengiriman Vaksin AstraZeneca Ditunda, Bagaimana Kelanjutan Suntik Dosis Kedua?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pengiriman vaksin AstraZeneca melalui skema COVAX-GAVI Facility ditunda pengirimannya ke Indonesia dari jadwal awal yang sudah ditetapkan. Penundaan tersebut disebabkan embargo vaksin akibat lonjakan kasus COVID-19, terutama negara yang memproduksi vaksin AstraZeneca.

Total vaksin AstraZeneca yang akan diterima Indonesia sebanyak 11,7 juta dosis. Indonesia baru menerima 1,1 juta dosis pada pengiriman pertama tanggal 8 Maret 2021. Rencana pengiriman selanjutnya pada 22 Maret dan April 2021, yang ternyata ditunda.

Sebanyak 1,1 juta vaksin AstraZeneca sudah dipergunakan untuk vaksinasi. Lantas bagaimana kelanjutan suntik dosis kedua vaksin AstraZeneca?

Dalam diskusi daring baru-baru ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, masih punya cukup waktu untuk mempersiapkan penyuntikkan vaksin AstraZeneca dosis kedua.

"Vaksin AstraZeneca yang sudah kita gunakan itu semuanya first shoot (penyuntikkan dosis pertama). Interval penyuntikkan beda dengan Sinovac rentang 2-4 minggu, sedangkan AstraZeneca 8-12 minggu sampai suntikan kedua," kata Menkes ditulis Senin, 29 Maret 2021.

"Jadi, kalau ini suntikannya kita habiskan (dosis pertama), kita pasti akan punya waktu cukup untuk (persiapan) second shoot-nya (suntikan kedua)," Menkes melanjutkan.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Jumlah Vaksin AstraZeneca yang Dipegang COVAX-GAVI Berkurang

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang jurnalis di Hall A Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (25/2/2021). Sekitar 5.500 jurnalis yang akan mendapatkan vaksin COVID-19  selama tiga hari pelaksanaan vaksinasi. (merdeka.com/Arie Basuki)
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang jurnalis di Hall A Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (25/2/2021). Sekitar 5.500 jurnalis yang akan mendapatkan vaksin COVID-19 selama tiga hari pelaksanaan vaksinasi. (merdeka.com/Arie Basuki)

Situasi embargo vaksin di negara produsen vaksin, salah satunya India, menurut Budi Gunadi Sadikin, berdampak terhadap ketersediaan vaksin AstraZeneca yang dipegang COVAX-GAVI. Jumlah vaksin AstraZeneca menjadi berkurang.

"Yang 'nyangkut' ini kan AstraZeneca dari COVAX-GAVI. COVAX-GAVI cara membagikannya (mengirimkan vaksin ke negara-negara lain), mereka melihat total (ketersediaan yang dimiliki) vaksinnya berapa," terangnya.

"Kemudian dibagi (untuk dikirimkan ke negara-negara lain). Karena ada embargo, totalnya (vaksin AstraZeneca) berkurang jauh, sehingga ketika dibagi ya jumlahnya berkurang."

Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Luar Negeri pun akan melobi COVAX-GAVI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai kepastian Indonesia dapat menerima kiriman vaksin AstraZeneca . Diharapkan Mei 2021, vaksin AstraZeneca setidaknya bisa dikirim ke Indonesia.

Sementara itu, penggunaan vaksin AstraZeneca di Indonesia sudah menyasar seratus kyai dan santri di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada Selasa, 23 Maret 2021. Mereka menerima suntik dosis pertama vaksin AstraZeneca.

Vaksin AstraZeneca resmi telah mendapatkan izin pengunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Keputusan ini tertuang dalam Fatwa Nomor 14 Tahun 2021 tentang Hukum Penggunaan Vaksin COVID-19 Produk Astrazeneca.

Infografis Guru Disuntik Vaksin Covid-19, Siap Belajar Tatap Muka?

Infografis Guru Disuntik Vaksin Covid-19, Siap Belajar Tatap Muka? (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Guru Disuntik Vaksin Covid-19, Siap Belajar Tatap Muka? (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: