Pengobatan Sakit Jiwa Pun Digratiskan di Tangerang  

TEMPO.CO, Tangerang - Wali Kota Tangerang Wahidin Halim mengatakan program layanan kesehatan gratis untuk seluruh warga Kota Tangerang sejak 2011 menanggung semua biaya perawatan segala penyakit. Dari penyakit ringan hingga sakit berat, seperti kanker, jantung, dan ginjal, biaya perawatannya ditanggung oleh pemerintah daerah. ”Bahkan, orang gila pun kami urusi dan tanggung biaya pengobatannya,” kata Wahidin, Rabu, 27 Februari 2013.

Sampai saat ini, kata Wahidin, sudah ada 20 orang sakit jiwa atau gila yang telah diobati pemerintah hingga sembuh. Orang sakit dengan gangguan jiwa tersebut di bawa ke Rumah Sakit Jiwa Grogol, Jakarta. Total anggaran yang digunakan untuk biaya pengobatan orang sakit jiwa mencapai Rp 100 juta. 

Rawat inap dan rawat jalan untuk orang sakit jiwa ditanggani tim dokter RS Jiwa Grogol, Jakarta. »Ini bukti kalau biaya kesehatan di Kota Tangerang tidak memandang jenis penyakit dan kelas sosial,” katanya.

Untuk bisa memperoleh layanan kesehatan gratis, penduduk cukup menunjukkan KTP Kota Tangerang kepada rumah sakit tempat berobat. Saat ini, kata Wahidin, Pemerintah Kota Tangerang sudah bekerja sama dengan 32 rumah sakit pemerintah dan swasta di Tangerang maupun Jakarta. 

Menurut Wahidin, orang gila selama ini kurang mendapatkan perhatian serius dari keluarga. Kalau anggota keluarganya gila, biasanya dipasung. Padahal, kata Wahidin, orang yang jiwanya terganggu butuh perawatan dan pengobatan. »Tanpa pengobatan mereka kian memprihatinkan,” katanya.

JONIANSYAH

Baca juga:

Spanduk Aliansi Nasional Anti-SBY Muncul di Kediri

Gugat Cerai, Venna Melinda Masih Berharap Damai

Politikus DPR Ramai-ramai Bela Anas

Pelapor Raffi Ahmad, Artis 'N'=Nikita Mirzani?

Xavi Bisa Sejajar dengan Hierro dan Raul

 

 

 

 

 

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.