Penguatan Tracing COVID-19, Satgas Rekrut 8.060 Relawan

Dedy Priatmojo, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Kementerian Kesehatan meluncurkan Program Penguatan Tracing melalui rekrutmen 8.060 relawan contact tracer (pelacak kontak) di 1.612 Puskesmas dan relawan data manager (petugas data) di 51 Kabupaten/Kota Prioritas pada hari ini, Selasa 3 November 2020.

Upaya ini dilakukan melalui rekrutmen yang terbuka terhadap relawan traser di 51 Kabupaten/Kota pada 10 provinsi prioritas. Yakni mulai Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Papua.

"10 provinsi ini adalah yang prioritas, dalam hal penyebaran COVID-19," kata Kepala Bidang Penanganan Kesehatan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting, melaui diskui online di Jakarta.

Menurutnya, dalam menghadapi wabah dibutuhkan surveilans epidemologi COVID-19, penyelidikan epidemologi tidak hanya dilaksanakan pada saat bencana pada pandemi tapi dalam kegiatan sehari hari, dan menjadi kegiatan rutin yang khususnya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

"Dalam menghadapi wabah tersebut ada 2 hak yang harus kita lihat. Pertama, bagaimana kita harus membatasi penyebaran penyakit COVID-19," ujarnya.

Kedua, melakukan berbagai kajian yang penting diberikan kepada pemerintah agar pengelolaan resiko pengelolaan COVID-19 ini bisa dikelola dengan baik. "Dalam arti pemulihan kesehatan termasuk pemulihan ekonomi juga harus memaksimalkan pemulihan kesehatan," tuturnya.

Kegiatan ini khsusnya bagaimana pembatasan tersebut bisa dilakukan petugas lapangan. Lanjut dia, petugas lapangan andalan Satgas COVID-19 yang akan melakukan contact tracing.

"Tanpa melakukan kontak tracing kita tak dapat mendapatkam data yang sebenarnya. Dan tanpa data kita tak mungkin bisa melakukan kajian," ujarnya.

Ia menambahkan, para petugas traser yang ada di lapangan itu dapat mendeteksi lebih dari 80 persen kotak erat dari kasus konfirmasi.

"Harapan kita kepada bapak dan ibu sungguh besar sebagai garda terdepan dalam mengumpulkan dan melacak seluruh kontak yang ada, kita menekankan mereka yang terkonfirmasi positif kita juga harus melihat kontak erat atau close kontak supaya tidak luput dari pengamatan kita," katanya.

Seperti diketahui, jumlah kasus COVID-19 saat ini masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun. (ren)

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak