Pengungkap Korupsi Simulator SIM Diperiksa Polisi

TEMPO.CO, Bandung - Penyidik Bareskrim Polri mulai memeriksa pengungkap kasus korupsi Simulator SIM Korlantas, Sukotjo S. Bambang sebagai tersangka kasus yang sama di penjara Kebonwaru, Kota Bandung, Jum'at 14 September 2012. "Diperiksa sebagai tersangka mulai pukul satu (siang) ini," ujar Ricky Moningka, kuasa hukum Sukotjo jelang pemeriksaan di Kebonwaru, Jum'at 14 September 2012. 

Pantauan Tempo, Ricky dan kuasa Sukotjo lainnya, Don Hampri Can, tiba di Kebonwaru sekitar pukul 13.00 guna mendampingi kliennya yang diperiksa dua penyidik Bareskrim. Pemeriksaan bos PT Inovasi Teknologi Indonesia yang memproduksi simulator pesanan Korlantas ini juga dipantau tiga anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Saat laporan ini ditulis, pemeriksaan masih berlangsung. 

"Ini pertama kali polisi memeriksa SB (Sukotjo Bambang) sebagai tersangka,"ucap Ricky. Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi yang lebih dulu menangani kasus korupsi simulator SIM dan menetapkan tersangka, kata dia, justru belum memeriksa kliennya sebagai tersangka. "KPK baru memeriksa SB sebagai saksi,"katanya.

Pemeriksaan tersangka ini setelah polisi memeriksa para saksi, termasuk Komisaris PT Inovasi dan istri Sukotjo, Sylvia Mariani, serta penggeledahan rumah Sukotjo di kawasan Jalan Sumber Asih, Bandung, Kamis pekan lalu. Juga setelah polisi beberapa kali memeriksa Sukotjo untuk empat tersangka kasus simulator SIM lainnya, termasuk untuk Komisaris Legimo kemarin, Kamis 13 September. 

Sementara itu, Don Hampri mengatakan, kemarin Sukotjo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Legimo mulai sekitar pukul 10.30 hingga lepas magrib. "Seluruhnya ada 33 pertanyaan penyidik kepada Pak Bambang, termasuk pertanyaan konfirmasi dengan menunjukkan berkas-berkas yang disita dari rumah Pak Bambang,"katanya menambah keterangan Ricky.

Diantara barang sitaan dari rumah yang dikonfirmasi polisi ke Sukotjo adalah berkas penyitaan sejumlah barang bukti kasus oleh penyidik Komisi Antikorupsi. Juga sehelai kwitansi asli pembayaran tunai Rp 4 miliar ke Korlantas. "Uang Rp 4 miliar itu kata Pak Bambang diserahkan kepada Budi Santoso Rp 2 miliar dan Djoko Susilo di Korlantas Rp 2 miliar,"ujar Don mengutip Sukotjio. 

Duit Rp 2 miliar untuk Kepala Korlantas Inspektur Jenderal Djoko Susilo tersebut, kata Don, diserahkan langsung oleh Sukotjo ke ruang kerja Djoko di Korlantas. "Uang Rp 2 miliar dalam dus itu diterima oleh Tiwi, sekretaris Djoko Susilo. Sekeluar dari ruangan Djoko, Bambang ketemu AKP Nyoman yang nanya 'Apa barangnya sudah diserahkan? Pak Bambang jawab "Iya", maksudnya barang uang Rp 2 miliar itu,"katanya.

Kepada penyidik, Don melanjutkan, Sukotjo juga menyebutkan jika pelaksanaan pengadaan 700 unit simulator SIM bukan oleh PT Citra Mandiri Metalindo Abadi milik Budi Santoso tapi oleh PT Inovasi, diketahui oleh Insepktur Pengawasan Umum Mabes Polri. "Menurut Pak Bambang, Irwasum juga ikut menerima uang," kata Don.

ERICK P. HARDI

Berita terpopuler lainnya:

Aktris Film Anti-Islam Innocence of Muslims Trauma

Motif di Balik Film Anti-Islam Innocence of Muslim

Innocence of Muslims Didanai 100 Donatur Yahudi?

Otak Pembuat Film Anti-Islam Sering Dipenjara

Sutradara ''The Innocence of Muslims'' Orang Yahudi? 

Hillary Clinton Kutuk Film Innocence of Muslims

Kemenkominfo Blokir 16 Video Innocence of Muslims

Diserang Video Gadis Kotak-Kotak, Kubu Jokowi Cuek

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.