Pengungsi Afghanistan meminta dipindahkan ke negara ketiga

Seratusan pengungsi Afghanistan yang ditempatkan di Pekanbaru, Riau kembali melakukan demonstrasi di depan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau, Selasa, meminta segera dipindahkan ke negara ketiga.

Para pendemo mulai melakukan long march berjalan kaki dari gedung MTQ Pekanbaru, membawa spanduk serta melakukan orasi tentang keinginan untuk resettlement (penempatan di negara ketiga).

"Mohon bersabar dan syukuri apa yang telah diberikan sampai saat ini. Selama menunggu, tolong jaga keamanan dan ketertiban di Indonesia, khususnya di wilayah Riau," kata Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Riau Achmad Brahmantyo Machmud, didampingi Kepala Rudenim Pekanbaru Yanto Andrianto, di Pekanbaru, Selasa.

Ia menyebutkan, secara statistik ada 13.000 orang pengungsi di seluruh Indonesia, sementara setiap tahunnya kuota keberangkatan hanya mencapai 900 orang.
Baca juga: Pencari suaka asal Afghanistan dapat pemukiman kembali di Australia
Baca juga: Pengungsi asal Afghanistan gelar aksi jalan kaki sejauh 12 km


Arif Alizada, salah seorang dari lima orang perwakilan juru bicara dari pihak pengungsi mengatakan sebagai manusia yang memiliki hak asasi, mereka hanya ingin menuntut hak mereka agar dapat ditempatkan di negara ketiga.

"Sudah lebih dari 9 tahun di sini, sampai sekarang tidak ada jawaban dan tidak ada kepastian. Kami sudah capek dengan hidup yang tidak tentu, tanpa hak," ujarnya.

Menjawab keresahan tersebut, Yanto Ardianto membuka suara dan menyatakan bahwa Kemenkumham siap menampung keluhan tersebut.

"Secara statistik, jumlah pengungsi di wilayah Riau telah mengalami penurunan, sebab kami turut berusaha memenuhi hak para pengungsi untuk mendapat tempat yang bersedia menampung demi kelangsungan kesejahteraan hidup sebagai manusia. Oleh sebab itu, kami mohon untuk tetap bersyukur dan bersabar," kata Yanto.

Muhammad Rafqi selaku perwakilan UNHCR juga turut memberikan pengertian bahwa proses resettlement bukan merupakan kewenangan Pemerintah Indonesia, melainkan negara tujuan. Selain kesesuaian kuota, kesiapan negara tujuan, sikap dan perilaku juga menjadi faktor penilaian.

Untuk itu, diharapkan agar setiap pengungsi dapat menjaga sikap dan prilaku agar proses resettlement dapat berjalan lancar, demikian Rafqi.
Baca juga: Kemenkumham NTT pindahkan enam pengungsi Afghanistan ke Jakarta
Baca juga: Pencari suaka asal Afghanistan dapat pemukiman kembali di Australia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel