Pengungsi Rohingya Minta Dikirimkan ke Australia

Medan (ANTARA) - Sebagian pengungsi Rohingnya Myanmar yang ditempatkan di lokasi penampungan Pasar III Jalan Jamin Ginting Medan minta dikirimkan ke Australia dan ke Selandia Baru.

Salah seorang pengungsi Rohingnya, M Habib (43) di Medan, Senin mengatakan, dirinya tidak pernah mempermasalahkan untuk diterima atau ditampung di negara mana mereka tinggal.

Namun, menurut dia, hal ini seluruhnya tergantung kebijakan pihak UNHCR, karena badan dibawah PBB tersebut yang selama ini mengurus pengungsi Rohingnya.

"Jadi, yang penting bagi kami adalah bagaimana caranya tidak lagi tinggal di lokasi penampungan tersebut," kata Habib.

Dia mengatakan, para pengungsi Rohingnya yang menumpang di Medan ini sudah cukup lama, rata-rata dua hingga empat tahun lamanya."Ini juga membosankan dan jenuh tinggal di penampungan tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut Habib mengatakan, pengungsi berminat untuk dikirimkan ke suatu negera, bukan tertarik mengenai uang. Pengungsi Rohingya menginginkan status mereka jelas dan ada negara menjamin keamanan.

Sebab, jelasnya, selama ini status mereka sebagai pengungsi dan belum ada negara menerima mereka setelah kabur dari Myanmar yang terlibat perang saudara itu.

"Kalau kembali ke negara mereka di Myanmar tidak mungkin, karena ibu, adik-adik dan keluarga lainnya sudah meninggal saat terjadi pergolakan tersebut. Tidak ada lagi saudara di Myanmar, seluruhnya sudah tewas," ucap dia.

Datangi UNHCR


Sebelumnya, puluhan pengungsi Rohingya Myanmar belum lama ini mendatangi kantor Perwakilan UNHCR di Jalan Babura Lama Medan, memprotes karena belum juga mengirimkan mereka ke Australia dan negara lainnya.

Salah seorang pengungsi Rohingnya, Zaid Husein (28) mengatakan, dirinya merasa heran Perwakilan UNHCR di Medan tidak peduli dengan puluhan pengungsi Myanmar berada di penampungan tersebut.

Padahal, jelasnya, pengungsi mencapai ratusan orang itu, empat tahun di lokasi penampungan Medan.

Sedangkan, pengungsi Afghanistan, Sri Lanka, Pakistan, Iran yang baru satu tahun lebih di penampungan, dikirimkan ke Australia dan New Zealand.

"Sikap UNHCR seperti ini disesalkan, karena pengungsi Rohingnya di Medan sudah cukup lama menanti-nanti dan mengharapkan secepatnya diberangkatkan ke negara asing," ujar Husein.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.