Pengungsi Syiah Sampang Tolak Dipindah ke Rusun Sidoarjo

Laporan Wartawan Surya, Muchsin

TRIBUNNEWS.COM, SAMPANG - Keinginan Pemprov Jawa Timur untuk memindahkan 289 pengungsi Syiah yang saat ini ditampung di GOR Tenis Sampang ke Sidoarjo, nampaknya tidak akan terlaksana. Sebab mereka menolak pindah ke luar Madura, walau hanya bersifat sementara.

Ummuh Kulsum, istri Ustad Tajul Muluk mengatakan, tawaran pindah dengan alasan lokasi pengungsian tidak layak, bukanlah solusi terbaik bagi warga Syiah. Langkah itu menambah beban sengsara lahir batin bagi pengungsi.

Seharusnya, lanjut ibu lima anak ini, pemeritah bertindak tegas dan menyadarkan ulama, tokoh masyarakat dan warga di Omben dan Karang Penang, agar tidak mengganggu mereka.

“Sampai sekarang pemerintah belum memberikan kepastian, jika kami kembali lagi ke kampung halaman apakah aman atau tidak, malah kami ditawarkan pindah ke luar Madura,” kata Ummu Kulsum.

Diungkapkan, penolakan pindah ke luar Madura, baik relokasi, tinggal sementara atau transmigrasi, merupakan keinginan seluruh pengungsi. Karena Karang Gayam dan Karang Penang, sudah menjadi tanah kelahiran yang memberikan penghidupan bagi mereka.

Ia menuding, tawaran pindah ke rumah susun ini bagian dari upaya pemerintah setempat untuk lepas tangan, lalu membuang mereka ke luar Madura, sehingga mereka tidak bisa kembali lagi ke kampung halamannya.

“Kami meminta kepada aparat dan pemerintah, jangan usir dan paksa kami pindah ke luar Madura. Kami warga yang teraniaya, jika kami dipaksa pindah, berarti pemerintah sengaja ingin membuang kami. Tolong, kami ingin pulang kampung, itu saja tidak ada yang lain,” kata Ummuh Kulsum.

Sementara menyikapi kasus konflik antara penganut Syiah dan Sunni di Sampang, Majlis Ulama Indonesia (MUI) se Madura bersama Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra), menggelar pertemuan di aula SMK III, Pamekasan, Jumat (7/9/2012).

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.