Pengungsian Penuh, Korban Gempa Cianjur Bersama Bayinya Berteduh di Kandang Sapi

Merdeka.com - Merdeka.com - Segala tempat diupayakan warga korban gempa untuk mencari tempat mengungsi sekedar untuk mengistirahatkan badan dan tempat untuk meneduh sementara. Termasuk mengungsi bersama hewan ternak.

Olid warga desa Talaga, Kampung Kabanungan, Cugenang, bersama empat anggota keluarganya memilih untuk mengungsi bersama beberapa sapi milik majikannya yang tiap hari ia rawat. Bukan tanpa alasan dirinya mengungsi di kandangan sapi, lantaran sejumlah posko sudah penuh.

"Dari awal belum ngungsi di kandang sapi, awalnya di tempat yang beda terus pindah kesini karna tempat yang lain udah penuh," ungkap Olid ketika diwawancara merdeka.com, Rabu (23/11).

Terhitung sudah selama dua hari bersama istri dan dua anak yang salah satunya masih balita harus bertahan. Hari-harinya harus saling berbagi dengan bau sapi yang cukup menyengat sampai waktu yang belum dapat ditentukan.

Detik-Detik Gempa

Sebelum menjadi pengungsi di kandang sapi, Olid menceritakan detik-detik gempa yang menggegerkan warga Cianjur, Jawa Barat dan sekitarnya.

Keseharian Olid dimulai dengan tengah mengumpulkan rumput-rumput untuk makanan sapi yang dijaganya. Layaknya hari-hari sebelumnya, mengistirahatkan badan sejenak sambil menyeruput kopi hangat yang baru saja diseduh di sebuah saung.

Seketika, dirinya merasa ada guncangan besar dan langsung bergegas pulang. Hingga sesampai di rumah yang dilihat hanyalah rumah yang sudah tak berbentuk seperti sebelumnya.

"Kalau kemarin pas setengah 2 siang (lagi di saung) tau-tau ada gempa pas pulang-pulang liat rumah sudah hancur," ceritanya.

Tidak banyak yang dapat diselamatkan usai mengais-ngais ditimbunan puing-puing rumahnya. Seperti beberapa baju dan beberapa alat dapur yang masih layak pakai.

"Kalau bansos makanan mie, air selain itu belum, bahkan obat-obat belom ada," jelas dia.

Dirinya hanya berharap bahwa baik dari pihak desa, kecamatan maupun kelurahan dapat segera memberikan bantuan yang layak. Kondisi malam yang dirasa Olid cukup sulit belum lagi apabila turun hujan yang justru menambah beban.

"Kalau malem sulit dijelaskan, kalau malem ya kehujanan deh," ucapnya sambil mengeskpresikan wajah yang pasrah. [ded]