Pengunjung Pasar Tanah Abang Turun hingga 80 Persen Akibat Virus Corona Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Merebaknya Virus Corona atau Covid-19, berdampak besar pada sektor perekonomian. Salah satunya pada aktivitas jual beli seperti di pusat perbelanjaan dan pasar.

Ini diakui Pengelola Pasar Tanah Abang Hery Supriyatna, yang mengatakan bahwa saat ini kondisi pasar grosir tekstil terbesar tersebut sepi pengunjung. Ini karena banyak pengunjung khawatir dan takut terinfeksi Virus Corona saat berbelanja.

“Sepilah pasti, kita buka dari jam 8 sampai jam 2 siang. Perbedaanya jauh, pengunjung juga nggak banyak yang datang pada takut,” kata Hery kepada Liputan6.com, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Dia memprediksi Pasar Tanah Abang mengalami penurunan pengunjung sekitar 60-70 persen, akibat Virus Corona.

Kendati begitu, masih ada sekitar 70-80 persen pedagang yang berjualan, meskipun jam operasional buka dikurangi dua jam. Bila sebelumnya jam operasional mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, kini menjadi pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Perubahan jam operasional sebagai upaya antisipasi pengelola pasar Tanah Abang untuk mencegah penyebaran Virus Corona bagi pedagang yang berjualan.

 

Biaya Sewa

Aktivitas penjualan baju di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (19/03). Terkait merebaknya virus Corona (Covid-19) Pasar Tanah Abang Blok B mengalami penurunan penjualan. Namun sebagian warga masih berdatangan untuk membeli kebutuhan dalam menyambut Bulan Ramadan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tak hanya Tanah Abang, semenjak merebaknya Virus Corona di Indonesia khususnya di daerah ibu kota Jakarta, banyak pusat perbelanjaan lain yang sepi.

“Semenjak isu Corona merebak aja, selama perkembangannya bertahap orang pasti memantau terus. Jadi khawatir saat diumumkan ada yang terkena terus bertambah-bertambah, orang jadi khawatir, semuanya bertahap gak langsung diumumin besoknya langsung jeblok,” dia menambahkan.

Khusus di Tanah Abang, pengelola mengaku tidak menutup gedung pasar. Keputusan membuka usaha atau tidak  semua diberikan kepada pedagang pemilik ruko. Kebijakan hanya terkait pengurangan jam operasional.

Sejauh ini, lanjut dia, belum ada penyewa ruko yang meminta keringanan pembayaran sewa mengingat sistem toko di Pasar Tanah Abang merupakan sudah hak milik. “Karena mereka bukan sewa mereka pemilik,” pungkas dia.