Pengurangan subsidi BBM kurangi beban keuangan negara

Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ansori menilai kebijakan pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) akan mengurangi beban keuangan negara saat ini.

"Kami menilai pengurangan subsidi BBM akan sangat membantu dalam mengurangi beban keuangan negara," katanya di Tanjung Pandan, Minggu.

Ia mengatakan, anggaran subsidi BBM selama ini dapat dialihkan untuk pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Dengan pengurangan subsidi ini maka anggaran yang digelontorkan cukup besar selama ini bisa dialihkan ke hal-hal yang produktif dan bermanfaat untuk masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)perlu dilakukan guna menyelamatkan kondisi keuangan negara sebab kompensasi subsidi energi yang harus dibayarkan negara kepada badan usaha mencapai Rp502 triliun.

Dia mengatakan guna menyelamatkan kondisi keuangan negara saat ini pemerintah berencana melakukan penyesuaian harga BBM subsidi dengan tujuan alokasi dana subsidi dapat dialihkan dan dimanfaatkan pada sektor produktif lainnya.

"Sehingga istilahnya bukan kenaikan harga BBM tetapi lebih kepada penyesuaian demi menyelamatkan keuangan negara dan mengurangi ketergantungan kita terhadap penggunaan BBM bersubsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia," katanya.

Dirinya berharap, pemerintah dapat mengantisipasi dampak dari penyesuaian harga BBM bersubsidi yang dikhawatirkan mempengaruhi sektor lainnya seperti kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, tarif transportasi dan lain sebagainya.

"Hal ini yang harus diantisipasi oleh pemerintah jika wacana penyesuaian harga BBM bersubsidi jadi dilakukan. Harus ada semacam jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak seperti penyaluran bantuan sosial," ujarnya.