Pengurus Ikatan Sarjana NU: Jokowi Muslim yang Taat

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Berbagai isu negatif kepada Jokowi makin panas. Bertujuan untuk menjatuhkan, yang makin mengindikasikan ada pihak yang 'gerah' dan mulai menyerang unsur SARA.

Politisi PDI Perjuangan yang juga Pengurus Pusat ISNU Ikatan Sarjana NU, Dewi Aryani menegaskan, amat memalukan di tengah kondisi demokrasi yang sedang berkembang, makin transparan, seharusnya berbagai pihak sadar.

Sadar bahwa, katanya, edukasi kepada publik tentang demokrasi, toleransi dan sportivitas dalam pilkada menjadi tanggung jawab bersama.

Dalam rilisnya kepada tribun, Jumat (29/6/2012) Dewi juga menegaskan, Jokowi sosok paling pas untuk menata kembali ibukota yang karut marut. Berbagai program yang ditawarkan pasangan Jokowi-Ahok sangat pas, dan terimplementasi sesuai harapan.

"Anggaran DKI yang amat besar harus dikelola orang jujur. Dan sudah terbukti kiprah dan kinerjanya," kata Dewi

"Selain muslim yang taat, sosok Jokowi juga paham mengelola keberagaman Ibu Kota. Pluralisme dimaknai sebagai keindahan akan perbedaan. Mengelola perbedaan adalah hal yang menjadi keseharian seorang jokowi," puji Dewi lagi.

Ia mengingatkan, sosok Jokowi terpilih sebagai deklarator birokrasi bersih dan melayani di Universitas Indonesia tahun lalu, bukanlah tanpa sengaja.

"Jokowi dipilih karena terbukti telah melaksanakan semua kaidah-kaidah dalam good governance," tandas Dewi yang juga Duta UI untuk reformasi birokrasi ini.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI
  • Pengakuan Napi Narkoba: Visi Mereka untuk Kota Jakarta…
  • Warga Tanah Merah tak Punya KTP, Alex Noerdin Kecam…
  • Hendardji: Perbaikan Infrastruktur Saat ini Cuma Pencitraan
  • Alex: Orientasi Pembangunan ke Jakarta Utara
  • Jokowi Jamin Warga Non-DKI Bisa Nikmati Kesehatan
  • 2.852 Warga Lapas Narkotika Cipinang Gunakan Hak Pilih
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.