Pengurus Inkindo baru fokus atasi penurunan jumlah anggota

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Inkindo periode 2018-2022 Peter Frans menuturkan pengurus baru periode 2022-2026 memiliki pekerjaan rumah mengatasi penurunan jumlah anggota dari 6.000 menjadi 4.000 akibat pandemi COVID-19.

"Dinamika di lapangan yang terjadi dua tahun terakhir akibat COVID-19 membuat anggota Inkindo berguguran. Sehingga menjadi tantangan bagi kami untuk selalu berbenah mengembangkan organisasi," ucap Peter Frans di Jakarta, Kamis.

Pernyataan Frans tersebut terkait dengan persiapan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Inkindo untuk pemilihan pengurus periode 2022-2025 di Kota Surabaya, Jawa Timur pada 5-7 Desember mendatang.

Baca juga: Konsultan: Air minum masih jadi proyek penting ke depan

Tercatat empat calon Ketua Umum Inkindo yang terpilih melalui mekanisme pemilihan elektronik (e-vote) akan berkompetisi pada munas mendatang dan sepakat untuk menangani penurunan jumlah anggota hingga 30 persen itu.

Frans mengatakan penting bagi pengurus mendatang menjalin kedekatan dengan pemerintah pusat dan daerah mengingat kelangsungan anggota Inkindo banyak bergantung kepada APBN dan APBD.

Frans membenarkan menjelang Pemilu 2024 penyerapan APBN dan APBD kian ketat karena akan lebih fokus kepada penyelenggaraan tersebut.

Namun, Frans optimistis anggota Inkindo mampu beradaptasi mengingat masih banyak peluang pekerjaan dengan pendekatan kepada pembiayaan jangka panjang termasuk bersumber pembiayaan luar negeri.

Frans juga yakin masih banyak peluang bagi konsultan di daerah mengingat menjelang Pemilu biasanya pekerjaan terutama infrastruktur di Daerah Pemilihan (Dapil) juga kian meningkat.

Terkait para calon Ketua Umum, Frans mengungkapkan empat calon itu masih akan bersaing pada munas yang suaranya ditentukan peserta meliputi perwakilan daerah (DPD) masing-masing lima ditambah satu setiap kelipatan 40 anggota daerah.

Sebelumnya, empat calon Ketua Umum DPN Inkindo mengikuti debat yang dihadiri sebagian anggota secara daring dan luring dengan membahas berbagai persoalan pada Rabu kemarin.

Baca juga: Beban Jakarta berat jadi alasan pemindahan IKN

Sedangkan, salah satu calon Ketua Umum nomor urut satu DPN Inkindo Muhammad Dahir membenarkan penurunan jumlah anggota akibat ketidaksiapan mengikuti perubahan yang demikian cepat sehingga penting ke depan melakukan pembinaan untuk meningkatkan kualitas.

Hal serupa juga disampaikan Caketum nomor dua, Imam Hartawan mengakui tantangan ke depan tidak kalah berat akibat resesi global dan krisis pangan terkait hal itu peningkatan kompetensi anggota diperlukan terutama bagi konsultan skala menengah dan kecil agar tetap mampu bersaing.

Caketum nomor tiga, Samsul Arifin mengatakan perlunya pendekatan kepada pemerintah dan lembaga agar tercipta iklim berusaha yang ideal.

Sedangkan Caketum nomor empat, Erry Heriyadi menyebutkan persoalan penurunan anggota sudah dipetakan sebagai tindak lanjut perlu dibentuk pokja atau satgas khusus untuk membuat rencana aksi agar bisa keluar dari kesulitan.

Hadir juga peninjau sebanyak 300 orang sehingga total yang akan hadir 500 orang, kemudian munas ini juga akan digelar pameran melibatkan 100 vendor (penyedia jasa).

Dalam acara tersebut juga akan dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Baca juga: Inkindo minta pemerintah atur kembali OSS

"Pak Basuki akan bicara soal Ibu Kota Negara, Pak Monoarfa akan bahas soal perpres daya saing, dan Pak Bahlil bicara soal Online Single Submission (OSS) atau sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik," ucap Peter.