Pengusaha Batubara Kalsel Tertangkap di Malang

Surabaya (ANTARA) - Pengusaha batubara asal Kalimantan Selatan, Parlin Riduansyah merupakan buron Kejaksaan Tinggi (Kejati) setempat sejak setahun lalu, akhirnya tertangkap di Malang, Rabu.

"Tim khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap Direktur PT Satui Bara Tama itu saat hendak terbang dari Bandara Abd Saleh Malang," kata Kasie Penerangan Hukum Kejati Jatim, Muljono.

Ia menjelaskan terdakwa ditangkap saat hendak terbang dengan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-291 dari Bandara Malang menuju Jakarta.

"Penangkapan itu dilakukan karena proses Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh Parlin sudah ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) sesuai Putusan MA Nomor 157 PK/PID.Sus/2011 tertanggal 16 September 2011," katanya.

Dalam Putusan MA, terdakwa dihukum tiga tahun penjara atas perkara penambangan batubara ilegal di Kalimantan Selatan.

"Parlin dianggap bersalah, karena pertambangan batubara yang dimilikinya selama ini tidak memiliki izin kelola, sehingga dia dikenai Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan," katanya.

Informasi dari sumber lain menyebutkan Putusan MA untuk Parlin itu identik dengan putusan eksekusi mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf pada beberapa waktu lalu yang dipersoalkan banyak kalangan.

"Pengacara terdakwa yakni Yusril Ihza Mahendra mempersoalkan syarat formal pemidanaan yang tidak mencantumkan ketentuan Pasal 197 Ayat 1 Huruf k, sebab putusan tersebut dianggap tidak ada perintah untuk melakukan penahanan," kata sumber itu.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.