Pengusaha dukung kemitraan inklusif dorong UMKM naik kelas

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan dukungan bagi kemitraan inklusif untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas, salah satunya dengan skema Inclusive Closed Loop Flying Wheel.

"Sektor usaha memadukan inisiatif yang selama ini efektif memberdayakan perekonomian masyarakat, seperti skema Inclusive Closed Loop Flying Wheel, dengan modul dari berbagai negara yang berhasil menjadikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi mereka," kata Koordinator Wakil Ketua Umum II Bidang Perekonomian Kadin Indonesia Franky O. Widjaja dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Model Inclusive Closed Loop Flying Wheel selama ini dimanfaatkan industri kelapa sawit dalam bentuk kemitraan bersama para petani, yang lebih dikenal dengan inti dan plasma.

Baca juga: Menkop dorong korporasi bermitra dengan UMKM dalam konsep rantai pasok

Dalam skema Inclusive Closed Lopp Flying Wheel, perusahaan memberikan pendampingan dalam praktik agribisnis terbaik hingga produksi petani meningkat secara berkelanjutan, begitu pula kesejahteraan mereka.

Franky juga mengatakan pesatnya pertumbuhan pesat ekonomi digital di Indonesia sepanjang pandemi dapat menjadi momentum mempercepat masuknya UMKM ke dalam rantai pasok industri.

"Para petani mendapatkan pelatihan praktik pertanian, akses pada bibit unggul dan pupuk, dukungan pendanaan, pendidikan literasi keuangan, dukungan teknologi tepat guna, berikut jaminan pembelian produk (offtaker) oleh perusahaan," kata Franky.

Sejak 2010, Kadin bersama pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga riset telah berupaya memperluas inisiatif ini menjangkau produk pangan strategis lainnya, dan pada tahun depan menargetkan dapat memberikan pendampingan bagi 2 juta petani.

Baca juga: Kadin dukung hasil G20 Kompendium Bali terkait penguatan UMKM

Sementara itu, Ketua Umum Eka Tjipta Foundation Hong Tjhin mengatakan lembaga tersebut tengah berupaya agar skema itu bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM.

Eka Tjipta Foundation sendiri merupakan wadah nirlaba yang aktif dan fokus pada bidang pendidikan melalui penyediaan pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang tinggal di area perkebunan, beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu serta berbagai pelatihan singkat.

"Untuk mengantar mereka sebagai bagian rantai pasok global, yang berarti menaikkelaskan diri mereka lewat sebuah ekosistem di mana hadir pendampingan pemerintah dan korporasi," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pengusaha besar dan UMKM kompak, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

"Kita semua harus kompak, kita semua harus bersinergi, kita semua harus memiliki perasaan yang sama karena yang kita miliki tantangan yang tidak mudah, kompak sehingga perlu yang namanya 'Indonesia incorporated', yang besar, yang menengah, yang kecil bekerja sama berkolaborasi bersama menyelesaikan persoalan-persoalan di lapangan secara konkret dan nyata," kata Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam acara "Peluncuran Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas" di Jakarta, Senin (3/10/2022).

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta unit dengan kontribusi terhadap PDB hingga sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun. Sektor ini juga menjadi gantungan hidup sekitar 117 juta pekerja yang mayoritas kaum perempuan (64,5 persen).