Pengusaha Keberatan WFH Diterapkan Usai Libur Lebaran 2022, ini Alasannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau KADIN Indonesia menanggapi imbauan pemerintah terkait penerapan sistem work from home (WFH) bagi para pekerja swasta dan pemerintah pasca arus balik Lebaran Idulfitri 2022. Imbauan ini bertujuan untuk menekan risiko penularan virus Covid-19.

Ketua Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi menyampaikan, banyak para pengusaha yang mengeluhkan semakin bengkaknya operasional perusahaan dengan diberlakukannya WFH. Mengingat, adanya permasalahan terkait infrastruktur digital perusahaan yang tidak bisa disamaratakan antara satu perusahaan dengan yang lain.

"Hal ini yang membuat dunia usaha enggan untuk memberlakukan WFH kembali," kata Diana saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (10/5).

Diana menambahkan, sebagian besar dari anggota KADIN DKI Jakarta tidak dapat melaksanakan imbauan pemerintah terkait penerapan WFH. Hal ini dikarenakan tidak semua sektor swasta dapat menjalankan aktivitasnya secara maksimal dengan pemberlakuan WFH.

"Terutama sektor padat karya yang memang tidak bisa dijalankan secara WFH," bebernya.

Diana menyarankan, sebaiknya penerapan WFH dapat dikembalikan kepada aturan masing-masing perusahaan terkait. Apabila, para pekerja masih membutuhkan waktu untuk dapat kembali ke Jakarta dari daerah masing-masing dapat mengajukan kepada perusahaan.

Pemerintah Imbau WFH Usai Libur Lebaran Tekan Penyebaran Covid-19

wfh usai libur lebaran tekan penyebaran covid 19
wfh usai libur lebaran tekan penyebaran covid 19.jpeg

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan penerapan Work From Home (WFH) selama beberapa waktu ke depan. Hal ini untuk mengurangi risiko penularan virus Covid-19 pasca arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2022.

"Kami mengimbau untuk mengoptimalkan WFH selama beberapa waktu ke depan, untuk mengurangi risiko penyebaran virus (Covid-19)," kata Menko Luhut dalam konferensi pers Evaluasi PPKM, Senin (9/5).

Menko Luhut menyampaikan, peningkatan mobilitas dan aktivitas ekonomi selama arus mudik dan libur Idulfitri 2022 memiliki risiko, terhadap penyebaran kasus Covid-19 yang perlu diantisipasi oleh Pemerintah.

Untuk itu, pemerintah akan memantau pergerakan kasus dalam 1 hingga 2 minggu ke depan dengan memperkuat testing dan tracing. Selain itu, pemerintah tetap mendorong penggunaan Peduli Lindungi dan masker di tempat-tempat publik.

"Hal ini dilakukan semata-mata untuk mengurangi dampak buruk dari Covid-19 dan memberikan kekebalan bagi masyarakat," tandasnya. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel