Pengusaha Khawatir Muncul Varian Covid-19 Lain di Indonesia Usai Omicron

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, meminta pemerintah untuk mempercepat pemberian vaksin dosis ketiga Covid-19 alias vaksin booster di berbagai wilayah Indonesia. Menyusul, kian meningkatnya kasus positif varian Omicron dalam beberapa waktu terakhir.

"Soal (kenaikan) Omicron, Pemerintah diharapkan dapat segera merealisasikan program vaksinasi booster ataupun vaksinasi penguatan," ucapnya saat dihubungi Merdeka.com, Kamis (30/12).

Selain percepatan vaksinasi booster, Alphonzus juga meminta pemerintah terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini demi membentuk kekebalan komunal atau herd immunity.

Tak cukup disitu, dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan secara ketat dan mengikuti anjuran pemerintah terkait penanganan Covid-19. Tujuannya untuk memutus mata rantai penularan virus corona di Indonesia, termasuk varian Omicron yang mulai merebak.

"Karena tidak dapat dipastikan juga, apakah varian Omicron ini adalah varian terakhir atau bukan. Setelah varian Omicron bisa saja nantinya muncul varian-varian berikutnya," bebernya.

Melalui tiga strategi tersebut, Alphonzus optimis akan berdampak baik terhadap perekonomian Indonesia. Ini lantaran telah pulih tingkat mobilitas sosial maupun ekonomi masyarakat setelah terkendalinya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

"Jadi, untuk dapat memastikan kita dapat berkegiatan ataupun beraktivitas secara aman dan sehat maka saat ini hanya ada dua instrumen yang harus digunakan yaitu, protokol kesehatan dan vaksinasi, termasuk booster," tutupnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menkes: Kasus Varian Omicron di Indonesia Bertambah 21, Total Menjadi 68

Vaksinator menyuntikkan booster vaksin COVID-19 Moderna kepada warga di pusat vaksinasi Antwerp Expo, Antwerp, Belgia, 27 Desember 2021. Di tengah lonjakan kasus Omicron, warga berbondong-bondong ke pusat vaksinasi lokal untuk menerima suntikan booster vaksin COVID-19.  (AP Photo/Virginia Mayo)
Vaksinator menyuntikkan booster vaksin COVID-19 Moderna kepada warga di pusat vaksinasi Antwerp Expo, Antwerp, Belgia, 27 Desember 2021. Di tengah lonjakan kasus Omicron, warga berbondong-bondong ke pusat vaksinasi lokal untuk menerima suntikan booster vaksin COVID-19. (AP Photo/Virginia Mayo)

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumukan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia bertambah 21. Sehingga, kasus varian Omicron di Indonesia saat ini mencapai 68.

"Kita temukan ada 21. Jadi totalnya ada 68," kata Budi Gunadi di Kantor Kemenko PMK Jakarta Pusat, Rabu (29/12/2021).

Menurut dia, 21 kasus baru varian Omicron tersebut merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Mereka mayoritas baru tiba dari Arab Saudi dan Turki, dan Uni Emirate Arab.

"Dari luar negeri, paling banyak dari Arab Saudi, Turki, Uni Arab Emirate" ujarnya.

Budi pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah penyebaran varian Omicron di Indonesia semakin meluas.

"Tolong liburan di dalam saja, luar negeri risiko tinggi," ujar Budi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel