Pengusaha Malaysia Beli Cuitan Pertama Bos Twitter, Segini Harganya

Lazuardhi Utama
·Bacaan 3 menit

VIVA – Cuitan pertama pendiri Twitter Jack Dorsey ternyata laku keras saat dilelang. Dijual seharga US$2,9 juta (lebih dari Rp41 miliar) kepada seorang pengusaha berbasis di Malaysia yang menang lelang.

Cuitan itu, yang cuma bertuliskan "just setting up my twttr" saat kali pertama muncul pada 21 Maret 2006, dilelang oleh Dorsey yang hasilnya untuk kegiatan amal, seperti dikutip dari BBC, Selasa, 23 Maret 2021.

Baca: Twitter Macam-macam Sama Negara Vladimir Putin, Begini Jadinya

Pengusaha yang berbasis di Malaysia, Sina Estavi, menyatakan membeli cuitan pendiri Twitter itu ibarat sama dengan mendapatkan lukisan Mona Lisa. Pembelian cuitan lewat lelang itu tidak menggunakan uang konvensional, tapi dengan cyrptocurrency, yang merupakan rival bagi Bitcoin.

Nama alat pembayaran itu adalah nonfungible token (NFT) dalam lelang yang berlangsung Senin waktu Amerika Serikat (AS). Estavi merupakan Kepala Eksekutif Teknologi untuk perusahaan Bridge Oracle.

NFT merupakan sertifikat digital unik yang menyatakan pemilik suatu foto, video, atau bentuk lain dari media daring (online). Tiap NFT bersifat unik dan berfungsi sebagai aset kolektor yang tidak bisa diduplikasi karena didesain berbeda.

NFT telah menjadi sangat populer tahun ini bagi kalangan orang super kaya karena jadi alat pembelian bagi karya seni digital. Dorsey mengatakan akan menkonversikan pembayaran unik itu menjadi bitcon sebelum disumbangkan kepada lembaga amal The Give Directly's Africa Response.

"Ini bukan sekadar cuitan," demikian unggahan Estavi di Twitter. "Menurut saya, beberapa tahun kemudian orang-orang akan menyadari nilai sesungguhnya cuitan itu, seperti lukisan Mona Lisa," lanjutnya mengenai cuitan perdana pendiri Twitter tersebut yang baru dia beli.

Cuitan singkat Dorsey itu dilelang lewat platform online bernama Valuables, milik perusahaan yang berbasis di AS, yaitu Cent. Menurut aturan platform itu, Dorsey menerima 95 persen hasil proses lelang tersebut, sedangkan Cent menerima 5 persennya.

Namun cuitan tersebut tetap akan tersedia secara publik di Twitter walaupun kepemilikannya sudah dilelang. Dalam beberapa menit saat lelang baru dibuka, angka penawaran sudah melampaui US$88 ribu.

Sebagai pembeli, Estavi akan menerima sertifikat, yang ditandatangani secara digital dan diverifikasi oleh Dorsey, begitu pula dia menerima metadata cuitan asli itu. Data tersebut termasuk informasi yang menyebutkan waktu saat cuitan diunggah dan konten teksnya.

Kalangan pakar media sosial memprediksi bahwa penjualan cuitan dan unggahan online seperti itu bakal makin populer.

"Kita hidup di era para selebritas, musisi, dan penebar pengaruh [influencers] memiliki lebih dari sekadar fans. Mereka punya 'stans' dan mereka ingin memiliki bagian dari bintang idola mereka," kata Cathy Hackl, pendiri konsultan teknologi Futures Intelligence Group.

"Seperti halnya orang-orang memiliki barang cenderamata, mereka akan membeli cuitan, unggahan, dan foto karena ingin merasa dekat dengan idola mereka," paparnya. Awal bulan ini, lelang khusus seni digital yang pertama diadakan oleh Christie's dan menghasilkan US$69 juta (Rp993 miliar lebih) bagi seniman Beeple.

Seniman bernama asli Mike Winkelmann itu setiap hari membuat sebuah karya seni digital dan setelah 5.000 hari kemudian (13 tahun) karyanya laku dijual.

"Ini adalah momen yang menentukan dan bukti dari seni digital, yang selama ini dihinggapi keraguan akan nilai komersial, keaslian, kepemilikan, dan kelangkaannya," kata Rob Anders, bos platform seni digital yang berbasis di Israel, Niio. Sementara itu, baik Estavi dan Bridge Oracle, ketika berita ini diturunkan, belum langsung merespons permintaan komentar saat dihubungi BBC.