Pengusaha muda ini siapkan pesawat gratis angkut alkes COVID-19

Risbiani Fardaniah

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H Maming menyiapkan pesawat gratis untuk mengangkut alat kesehatan membantu percepatan penanganan COVID-19 di Kalimantan Selatan.

Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr Hanif Faisol Nurofiq di Banjarbaru, Sabtu pagi, mengatakan saat ini pihaknya tidak bisa menggunakan bagasi maskapai reguler umum karena penerbangan yang cukup terbatas.

"Saat ini kami sudah tidak memungkinkan memanfaatkan bagasi maskapai reguler, pasalnya, jumlah maskapai yang terbatas di masa pandemi sekarang terlebih menjelang Idul Fitri," katanya.

Beruntung, tambah dia, salah seorang pengusaha muda Kalimantan Selatan, cukup peduli dengan upaya penanganan COVID-19 ini dan menyediakan pesawat gratis untuk pengiriman peralatan kesehatan (alkes).

Baca juga: Ketum Hipmi pinjamkan hotel di Kalsel untuk karantina COVID-19

"Kita sangat berterima kasih dengan kepedulian Mardani H Maming yang telah memfasilitasi pesawat gratis untuk pengiriman sejumlah alkes penanganan COVID-19 dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Bandara Syamsudin Noor," kata Hanif.

Keuntungan yang didapat, tidak hanya efisensi pengeluaran, tetapi juga dari sisi kecepatan dan ketepatan waktu kedatangan peralatan.

Peralatan alkes itu antara lain 1 box alat PCR 7500, komputer, desktop, monitor, dan printer. Kemudian 1 box reagen yang disimpan pada Freezer suhu - 15°C hingga -25°C, 1 box reagen yang disimpan pada freezer suhu 2°C hingga 8°C dan 1 box UPS.

Baca juga: Ketum HIPMI ajak seluruh kader tes corona

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel Dr H Abriansyah Alam mengatakan berkat bantuan pesawat dari Mardani H Maming semua peralatan kesehatan tiba lebih cepat dan kondisi barang dalam keadaan baik.

Abri mengatakan pesawat take off dari Halim Perdana kusuma Jakarta tujuan Syamsudin Noor, Jumat (23/5) pukul 16.30 WITA dan mendarat pukul 17.30 WITA.

Baca juga: Tim Gugus: Karantina pasien COVID-19 wajib dilakukan di provinsi