Peningkatan kualitas UMKM perlu dibarengi kecintaan produk lokal

Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan peningkatan kualitas produk UKM juga perlu dibarengi rasa cinta akan produk dalam negeri oleh masyarakat.

"Kita sinergikan semua -- akses pembiayaan dan belanja pemerintah, itu merupakan (dorongan) mereka (UMKM) untuk memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas produknya. Namun, yang penting kita harus mengajak masyarakat untuk membeli produk lokal, loyal dengan produk dalam negerinya," kata Menkop UKM dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

Lebih lanjut, Teten mengatakan banyak cara untuk membantu menaikkan kelas produk dan pelaku UMKM. Salah satunya adalah digitalisasi dan pemberian pengalaman belanja yang mulus (seamless).

"Kombinasi market online dan offline dengan pendekatan baru, saya kira itu terobosan yang mendorong peningkatan omzet UMKM," kata dia.

Menurut Teten, produk dan kreativitas para pelaku UMKM sudah baik dan inovatif. Hal tersebut, lanjut dia, bisa memberikan akses kepada masyarakat untuk bisa membeli dan menikmati produk dalam negeri yang semakin variatif.

"Mudah-mudahan target kita tahun ini menjadi kebangkitan UMKM serta pemulihan ekonomi pasca pandemi," kata Teten.

"Selain itu, UMKM yang sudah terhubung e-commerce sudah masuk ke klaster naik kelas. Sehingga, sinergi, digitalisasi, globalisasi, dan naik kelas ini menjadi empat agenda kita," imbuhnya.

Ada pun Teten mengatakan ekosistem untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi UMKM juga telah disediakan, salah satunya dari sisi pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia menyebutkan, target pembiayaan UMKM melalui perbankan di tahun 2024 adalah sebesar 30 persen.

"Tapi, akan terus kita naikkan agar UMKM tidak hanya dapat akses modal kerja, tapi juga investasi untuk kembangkan usahanya," ujarnya.

Kembali bicara soal pentingnya kecintaan produk dalam negeri, Menkop UKM mengatakan saat ini terdapat tren dimana anak muda mulai melirik dan mencintai produk lokal.

"Anak muda sekarang tidak mau pakai brand besar. Secara umum, mereka ingin produk yang unik, langka, tapi terjangkau oleh kantong," kata Teten.

"Dan kita punya keunikan itu. Mulai dari kuliner hingga lainnya. Dan menurut saya, platform e-commerce juga perlu melihat tren market yang ke arah sana. Kalau e-commerce punya pendekatan baru untuk menjual produk UMKM ini, adalah satu potensi market yang besar," ujarnya melanjutkan.


Baca juga: SRC terus dorong transformasi dan digitalisasi UMKM toko kelontong

Baca juga: ISEI: Digitalisasi jamin keberlanjutan UMKM perempuan dan pemuda

Baca juga: BI: Presidensi G20 Indonesia dorong UMKM manfaatkan teknologi digital

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel