Penipuan Modus Investasi Gas 3 Kg di Bondowoso, Pria asal Nganjuk Raup Rp20 Miliar

Merdeka.com - Merdeka.com - Penipuan berkedok investasi masih marak terjadi di berbagai daerah. Di Bondowoso, Jawa Timur, misalnya, seorang pria bahkan menipu sejumlah warga dengan nilai kerugian mencapai Rp20 miliar.

Tersangka penipu RMA (34) telah ditangkap Satreskrim Polres Bondowoso. Pendatang asal Nganjuk yang menetap di Desa Grujugan Kidul ,Kecamatan Grujugan, Bondowoso ini telah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif.

"Terduga pelaku kami amankan setelah 6 korbannya melaporkan ke kami jika mereka menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh terduga pelaku. Diduga, aksi pelaku sudah berlangsung sejak November 2021 lalu," ujar Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko dalam jumpa pers yang digelar pada Senin (18/7).

Tawarkan Keuntungan Tiga Hari Sekali

Modus yang dilakukan tersangka dalam memperdayai korbannya adalah menawarkan investasi usaha jual beli tabung LPG ukuran 3 Kg. Tersangka RMA membujuk rayu korbannya dengan menjanjikan akan memberikan keuntungan bagi hasil setiap 3 hari sekali. Besaran bagi hasil disesuaikan dengan nilai investasi yang disetorkan dari setiap korban.

"Tersangka mengiming-imingi para korbannya dengan keuntungan yang menggiurkan dan akan dibagikan setiap 3 hari sekali, dengan jumlah sesuai investasi atau modal yang diserahkan para korbannya,” beber Wimboko.

Namun seiring berjalannya waktu, pelaku tidak pernah memberikan keuntungan kepada korbannya sesuai dengan yang dijanjikan. Bahkan modal milik korbannya juga tidak dikembalikan.

Korban mulai sadar tertipu karena beberapa bulan terakhir. Pelaku tidak bisa ditemui, nomor handphonenya tak bisa dihubungi.

Puluhan Korban

Beberapa korbannya kemudian melaporkan aksi pelaku ke Polres Bondowoso.

"Sejauh ini baru 6 korban yang melapor ke kami. Mereka mengalami kerugian mencapai Rp2,5 Milyar. Namun dari pemeriksaan dan penyidikan yang kami lakukan terhadap pelaku, ternyata korbannya bukan hanya 6 orang, tapi diduga bisa mencapai puluhan orang dengan total dana yang dihimpun tersangka bisa mencapai sekitar Rp20 miliar dari modus ini," ungkap mantan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya ini.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 378 dan 372 KUHP. " Ancaman hukuman 4 tahun penjara," pungkas Wimboko.

Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya 3 lembar perjanjian investasi DO (delivery order); 8 lembar bukti transfer para korban yang dikirim ke beberapa rekening milik pelaku, dengan kisaran mulai dari nominal Rp20 juta hingga Rp200 juta. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel