Penipuan Modus Minyak Goreng Murah di Garut, Puluhan Warga Rugi Rp1,9 Miliar

Merdeka.com - Merdeka.com - Sulit dan mahalnya minyak goreng beberapa bulan lalu dimanfaatkan HW (31). Ia menipu puluhan warga dari sejumlah wilayah kabupaten/kota di Jawa Barat dan mampu mengumpulkan uang Rp1,9 miliar.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, HW diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus operandi penjualan minyak goreng dengan harga di bawah harga pasar.

"Pelaku HW ini melakukan aksinya dari Maret 2022 hingga Juni 2022. HW ini tinggalnya di sekitar Pasar Pameungpeuk, Garut, namun domisilinya di Limbangan, Garut. Sebelum kami tangkap, ia sempat kabur ke Depok, dan kita berhasil tangkap di Depok setelah kami menerima laporan," kata Wirdhanto, Selasa (12/7).

Harga Murah pada Pesanan Pertama

Wirdhanto menjelaskan bahwa HW melakukan aksi penipuan dan penggelapan dengan cara menawarkan minyak goreng dengan harga yang lebih murah. Mendapat tawaran itu, korban pun tergiur sehingga melakukan pemesanan.

Di pesanan yang pertama, korban diberikan minyak goreng dengan harga yang memang murah. "Jadi kalau misalnya di pasaran harganya Rp300 ribu, dia (HW) bisa jual Rp200 ribu. Itu menjadikan korban tergiur dan melakukan pemesanan lebih lanjut karena harganya murah," jelasnya.

Saat korban melakukan pemesanan dengan jumlah yang besar, HW ternyata tidak memberikan barang pesanan itu. Kepada korban, HW mengaku ada permasalahan di tingkat distributor.

"Distributor yang diambil ada di Tasik, tapi setelah diperiksa mereka menjual dengan harga standar. Ini murni upaya dari pelaku untuk menipu para korbannya, dengan iming-iming harga di bawah standar," ungkapnya.

Uang Penipuan untuk Renovasi Rumah

Korban yang melaporkan HW ke polisi lebih dari 20 orang. Jumlahnya diperkirakan lebih banyak, sehingga pihaknya masih membuka pengaduan apabila masih ada korban lainnya.

Para korban juga diketahui bukan hanya dari Garut, namun juga ada juga yang berasal dari kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat, seperti Bandung.

"Untuk kerugian dari total 20 orang yang sudah melapor itu mencapai Rp1,9 miliar," sebutnya.

Uang itu diterima HW dari para korban dengan cara transfer. Uang itu digunakan untuk gali lobang tutup lobang meng-cover utang, renovasi rumah, hingga untuk kebutuhan pribadi dan keluarganya.

"Diduga bahwa pelaku ini memiliki berdasarkan keterangan dari para korban berperilaku hedonis dengan cara memiliki mobil yang mewah dan sebagainya. Tapi, setelah kami melakukan pengecekan ternyata itu adalah rental,” ucapnya.

Pelaku HW, lanjut Wirdhanto, ditangkap di wilayah Depok. HW diketahui melarikan diri ke Depok, namun mengaku hendak bekerja untuk menutupi utang-utangnya kepada para korban.

"Kepada HW, kami sangkakan Pasal 372 dan 378 junto Pasal 65 KUHP. Ancaman hukumannya empat tahun penjara," tutup Wirdhanto. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel