Penjabat Gubernur DKI beri lampu hijau kelanjutan Formula E

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memberi lampu hijau terkait kelanjutan pelaksanaan ajang balap mobil listrik, Formula E selama 2023-2024.

"Itu kan sudah B to B ('business to business'). Silakan saja kalau Jakpro dengan Ancol laksanakan, tidak apa-apa juga. Silakan," kata Heru pada rapat paripurna terkait pandangan umum fraksi terkait Rancangan Perda APBD 2023 di gedung DPRD DKI, Rabu.

Heru memberikan kelanjutan pelaksanaan ajang balapan yang diadakan di Sirkuit Ancol itu kepada BUMD DKI, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara Formula E Jakarta.

Tangkapan layar - Jadwal sementara Formula E di sejumlah kota dunia pada musim kesembilan 2023. ANTARA/Instagram/@fiaformulae
Tangkapan layar - Jadwal sementara Formula E di sejumlah kota dunia pada musim kesembilan 2023. ANTARA/Instagram/@fiaformulae

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diunggah melalui akun media sosial instagram, Federasi Otomotif Internasional FIA Formula E @fiaformulae yang diunggah pada Rabu (29/6) menampilkan jadwal sementara ajang balapan Formula E dunia.

Baca juga: Legislator: Tidak adanya pertanggungjawaban Formula E jadi beban

Pada musim ke sembilan 2023, formula E di Jakarta dijadwalkan berlangsung dua kali yakni 3 dan 4 Juni 2023.

Sedangkan musim ke delapan di Jakarta sudah berlangsung pada Sabtu, 4 Juni 2022.

Formula E Jakarta rencananya akan dilakukan selama tiga periode yakni 2022-2024 sesuai hasil renegosiasi antara Jakpro selaku penyelenggara dengan promotor sekaligus pemegang lisensi Formula E Operation (FEO).

Sementara itu, Jakpro mengungkapkan penyelenggaraan balapan Formula E yang berlangsung pada 4 Juni 2022, meraup keuntungan Rp6,4 miliar.

Baca juga: KPK sebut sudah berkoordinasi dengan BPK soal kasus Formula E

Direktur Bisnis Jakpro Gunung Kartiko dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta dengan pembahasan APBD 2023 di Hotel Grand Cempaka, Kamis (3/11) menjelaskan pendapatan usaha total dari Formula E 2022 sejatinya sebesar Rp137,34 miliar lebih.

Namun, lanjut Gunung, ada beban pokok pendapatan total sebesar Rp129,5 miliar, kemudian beban administrasi dan umum Rp1,89 miliar, beban lain-lain sebesar Rp13,7 juta, serta beban pajak sebesar Rp1,56 miliar.

"Kemudian masih ada pendapatan lainnya sebanyak Rp2,1 miliar dan kalau kami lihat masih ada positif sebesar kurang lebih Rp6 miliar," ucap Gunung.

Mantan Direktur Pelaksana Formula E Jakarta itu juga menyatakan laporan keuangan Formula E 2022 itu per 30 September 2022 dan belum rampung diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga: Formula E di Jakarta dapat pujian FIA