Penjabat Presiden Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Krisis Keungan Sri Lanka

Merdeka.com - Merdeka.com - Penjabat Presiden Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengatakan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Presiden Gotabaya Rajapaksa menutupi fakta terkait krisis keuangan yang dihadapi negara tersebut.

Dia mengatakan Gotabaya tidak menyampaikan hal sebenarnya bahwa Sri Lanka "bangkrut" dan memerlukan bantuan Dana Moneter Internasional (IMF).

"Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa saya tahu apa yang mereka derita," ujarnya kepada CNN dari parlemen di ibu kota pemerintahan Sri Jayawardenepura Kotte pada Senin.

"Kita tidak perlu lima tahun atau 10 tahun. Pada akhir tahun depan mari kita mulai menstabilkan, dan tentu saja pada tahun 2024 kita memiliki ekonomi yang berfungsi yang akan mulai tumbuh," lanjutnya, dikutip dari laman CNN, Rabu (20/7).

Sri Lanka dilanda krisis ekonomi terburuk dalam 70 tahun sejak negara ini mendapatkan kemerdekannya dari Inggris. Krisis telah membuat bahan bakar minyak (BBM), makanan, dan obat-obatan langka. Cadangan devisa Sri Lanka semakin menipis sehingga tidak mampu mengimpor bahan makanan maupun BBM.

Ribuan warga turun ke jalan, berunjuk rasa menuntut Gotabaya mundur dua pekan lalu. Massa yang marah berhasil menerobos istana presiden dan membakar rumah pribadi perdana menteri yang saat itu masih dijabat Wickremesinghe.

Ini adalah wawancara eksklusif pertama Wickremesinghe dengan media internasional setelah dia ditunjuk sebagai penjabat presiden oleh Gotabaya yang melarikan diri ke luar negeri.

Dia juga membahas soal rumahnya yang dibakar massa dua pekan lalu dan mengatakan sebagian besar isi rumahnya tidak bisa diselamatkan. Dia kehilangan lebih dari 4.000 buku, termasuk beberapa buku langka berusia ratusan tahun. Pianonya yang berusia 125 tahun juga hancur terbakar api.

Wickremesinghe yang sebelumnya menjabat perdana menteri ini mengatakan dia telah berbicara dengan Gotabaya sejak mantan presiden itu kabur ke Maladewa lalu menuju Singapura pekan lalu. Namun dia mengaku tidak tahu apakah Gotabaya masih ada di Singapura atau tempat lain.

Wickremesinghe mencalonkan diri sebagai presiden Sri Lanka berikutnya, di mana parlemen akan memilih pemimpin baru hari ini, Rabu (20/7).

Mantan perdana menteri enam kali, yang didukung partai politik Podujana Peramuna yang berkuasa di Sri Lanka, akan berhadapan dengan tiga kandidat lainnya.

Dia mengatakan keinginannya untuk mencalonkan diri dan mengatakan dia bukan pemerintahan yang sama seperti sebelumnya.

"Saya tidak sama, orang-orang tahu itu," ujarnya.

"Saya datang ke sini untuk menangani perekonomian."

Ketika ditanya kenapa dia ingin menjadi presiden, dia menjawab: "Saya tidak ingin ini terjadi di negara ini. Apa yang terjadi pada saya, saya tidak ingin orang lain menderita. Tentunya saya tidak ingin itu terjadi pada siapapun."

Dia juga meminta masyarakat melakukan unjuk rasa damai.

"Jangan halangi anggota parlemen dan parlemen yang sedang menjalankan tugasnya," ujarnya.

Darurat nasional

Wickremesinghe mengumumkan darurat nasional sejak Senin, tujuannya untuk mencegah potensi kerusuhan menjelang pemilihan presiden di parlemen hari ini.

"Kami berusaha mencegah (polisi dan militer) menggunakan senjata," ujarnya.

"Mereka diserang di beberapa kesempatan tapi kami tetap meminta mereka melakukan yang terbaik tanpa menggunakan senjata."

Namun, lanjutnya, dia mengaku memahami apa yang sedang dialami rakyat Sri Lanka.

Dia juga mengatakan tidak akan membiarkan demonstran menghalangi parlemen melaksanakan pemilihan presiden atau membiarkan semakin banyak gedung yang diserbu demonstran.

"Ada hukum dan ketertiban di negara ini," ujarnya. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel