Penjahat Bius Umpankan Wanita 50 Tahun

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus perampasan mobil dengan modus pembiusan sopir mobil rental bernama Junaidi (30) terjadi Kamis malam (15/12/2011). Mobil rental disewa oleh komplotan pembius dari Jakarta Timur dengan umpan wanita Ye (50). Sopir diminta mengantarkan tersangka ke daerah Pluit Jakarta Utara.

Dalam perjalanan, ketiga tersangka mengajak sang sopir makan bakso di satu warung pinggir jalan. Arlon menuturkan secara diam-diam tersangka Ye memasukan obat bius ke dalam mangkok baso yang dimakan Junaidi. Akhirnya, hanya dalam waktu singkat Junaidi pingsan setelah menyantap baso tersebut.

Setelah sang sopir pingsan, mobil kemudian dikuasai oleh ketiga tersangka dan Junaidi dibuang di pinggir jalan. Sedang mobil tersebut oleh ketiga tersangka dibawa masuk Tol Tanjung Priok dan keluar di Cengkareng Jakarta Barat. Mobil rencananya akan dijual di Tangerang.

Pemilik rental yang mendapat kabar mobilnya dirampas penjahat, melakukan pelacakan keberadaan mobilnya melalui alat GPS. Ternyata mobil berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Petir,Cipondoh.

Dengan meminta bantuan Buser Polsek Metro Cipondoh akhirnya mobil berhasil ditemukan dan meringkus dua tersangka Hen dan Rik, sedangkan tersangka Ye wanita yang jadi umpan masih dikejar.

Dua pelaku pembiusan terhadap sopir rental di di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Petir, Cipondoh, Kota Tangerang dibekuk Tim Buser Polsek Cipondoh. Pelaku diketahui berinisial Jen (36) dan Rik (30) yang diringkus bersama barang bukti mobil rampasannya Daihatsu Xenia B.1887 TFA.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.