Penjambret Bertato Kritis Dihajar Massa  

TEMPO.CO, Probolinggo - Pria bertato dengan gambar predator dihajar massa di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis, 21 Maret 2013. Pelaku penjambretan itu kini dalam kondisi kritis dan dirawat di RS Waluyo Jati, Kraksaan.

Sepeda motor RX King yang dikendarai pelaku penjambretan itu tidak luput dari sasaran kemarahan massa yang membakarnya hingga hangus. Di lokasi kejadian masih tampak pecahan botol bensin, juga ceceran darah yang mulai mengering.

Puluhan orang juga masih mengerumuni lokasi kejadian yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Pondok Pesantren Zainul Hassa Genggong, Pajarakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, aksi penjambretan dilakukan terhadap seorang wanita yang mengendarai sepeda motor. "Korban penjambretan berhasil mengejar dan menendang sepeda motor pelaku," kata seorang warga.

Pelaku tidak bisa mengendalikan sepeda motornya yang oleng, kemudian roboh setelah menabrak pedagang makanan di pinggir jalan. Korban penjambretan kemudian berteriak minta tolong, yang didengar iring-iringan kerumunan orang pengantar jenazah. Secara spontan massa mengeroyok pelaku penjambretan. "Massa menghajar pelaku. Ada yang memukul dengan martil," ujar warga lainnya.

Polisi yang tiba di lokasi kejadian segera mengamankan pelaku. Namun, hingga laporan ini ditulis, identitas pelaku belum diketahui. ”Pelaku masih dirawat di rumah sakit dan dalam kondisi kritis. Polisi belum bisa meminta keterangan,” ucap Kepala Kepolisian Resor Probolinggo, Ajun Komisaris Besar Gatot Soegeng Soesanto.

DAVID PRIYASIDHARTA

Terpopuler

Mengapa Ibas Laporkan Yulianis ke Polisi

Ramai-ramai Patok 'Kebun Binatang' Djoko Susilo

Enam Pernyataan Soal Ibas dan Yulianis

Sakit Hati, Tersangka D Bunuh Bos Servis Komputer

Jokowi Tak Persoalkan Hengkangnya 90 Perusahaan

Pengganti Pramono Edhie di Tangan Presiden

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.