Penjaminan KUR Askrindo hingga Februari capai Rp20,69 triliun

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit


PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memberikan penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) sebanyak Rp20,69 triliun hingga Februari 2021 atau naik sekitar 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Dengan total jumlah debitur mencapai 553.537 UMKM dan jumlah tenaga kerja yang diserap mencapai 827.649 orang,” ujar Direktur Utama PT Askrindo Dedi Sunardi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dedi menyebutkan bahwa stimulus pemerintah terhadap perekonomian melalui peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), membantu Askrindo menjaga rasio tingkat peminjaman atau ratio Non Performing Guarantee (NPG) di level yang sehat yakni sebesar 0,7%. Hal tersebut memperlihatkan kemampuan UMKM untuk membayar kewajibannya tetap berjalan dengan baik.

‘’Tantangan ke depan bagi kami adalah menjaga rasio NPG di level yang sehat bila nanti peraturan OJK tersebut sudah dicabut,’’ ujar Direktur Utama PT Askrindo Dedi Sunardi.

Baca juga: Askrindo salurkan bantuan untuk korban banjir Bekasi-Karawang

Dedi menambahkan bahwa Askrindo akan meningkatkan likuiditas perusahaan antara lain dengan menaikkan cadangan imbal jasa penjaminan (IJP), cadangan klaim, dan reasuransi.

“Selain itu juga meningkatkan perolehan recoveries dengan tetap melakukan penagihan secara intens baik kepada perbankan maupun mitra bisnis kami secara langsung,” tambahnya.

Penjaminan kredit yang diberikan oleh anak usaha Indonesia Financial Group (IFG) ini untuk sektor perdagangan mencapai Rp9,31 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 291.265 orang, kemudian sektor pertanian dan kehutanan mencapai Rp6,1 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 365.343 orang.

Baca juga: Pemerintah beri KUR untuk wirausaha alumni Kartu Prakerja

Kemudian penjaminan kredit bagi industri kecil sebesar Rp1,97 triliun dengan serapan tenaga kerja sebesar 52.666 orang, sektor jasa dan sektor lainnya sebesar Rp1,87 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 70.452 orang.

Lalu, sektor penyediaan akomodasi sebesar Rp1,04 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 35.449 orang, sektor perikanan dan kelautan sebesar Rp374 miliar dengan serapan tenaga kerja mencapai 11.993 orang dan terakhir sektor konstruksi sebesar Rp24 miliar dengan serapan tenaga kerja mencapai 482 orang.

Hingga akhir tahun ini, pemerintah menetapkan target penyaluran KUR mencapai Rp253 triliun. Askrindo sendiri menargetkan akan mengambil porsi sebesar Rp126,5 triliun.

“Imbal jasa penjaminan KUR diperkirakan mencapai Rp2,9 triliun dengan tingkat risiko kredit yang terukur. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami dalam menjalankan tugas menjamin KUR di masa pandemi saat ini,” imbuh Dedi.