Penjara Menunggu bagi Pembuat dan Penyebar Berita Hoax

Syahdan Nurdin, nurterbit
·Bacaan 2 menit

VIVA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan komunikasi dan informatika.

Terkait berita hoax, Kominfo mencatat, selama tahun 2020 lalu sedikitnya sudah lebih dari 300 berita hoax (bohong) tentang virus Corona tersebar di media sosial.

Kebanyakan melalui Instagram dan Facebook. Sejumlah pelakunya pun sudah ditahan polisi, dan segera menyusul jejak penyebar berita hoax lainnnya ke penjara.

Para pelaku mengaku, tujuan menyebar kabar bohong (melalui foto dan video) ke media sosial, hanya bercanda. Tidak menyadari kalau akibat perbuatannya, menimbulkan keresahan dan kepanikan bagi masyarakat.

Jadi hati-hati merekam, memotret, atau membuat video seolah-olah ada virus Corona -- atau apa saja yang sifatnya kabar bohong -- lalu mengunggahnya ke media sosial. Resikonya, penjara menanti bagi si pembuat hoax.

Beberapa contoh pelaku yang berhasil diamankan polisi, terkait kasus penyebar berita hoax, saya kutip dari acara Patroli, Indosiar, Jumat 20 Maret 2020 Pukul. 10.30 WIB.

Detikcom pernah memberitakan, di era yang serba digital seperti sekarang ini, informasi yang berseliweran di media sosial pun tak terbendung lagi. Termasuk berita hoax atau informasi tidak benar.

Menurut Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Septiaji Eko Nugroho mengatakan, hoax seputar isu kesehatan merupakan yang paling banyak ketiga setelah hoax isu politik dan agama.

Sepanjang tahun 2019 ini, masih banyak hoax soal kesehatan yang bahkan bikin heboh masyarakat.

Selain itu, Whatsapp dan Facebook juga sering jadi aplikasi yang digunakan orang-orang untuk bertukar informasi. Di dalamnya sering juga muncul hoax-hoax kesehatan.

Sekretaris Jendral Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Dr Berry Juliandi, Msi, menyarankan biasanya hoax bermain dengan informasi yang membawa pesan harapan atau ketakutan.

Diperlukan sikap kritis selalu meragukan informasi sehingga tidak mudah untuk menerima informasi baru di Whatsapp dan Facebook.

Setidaknya beberapa hoax yang disebutkan di atas, selalu diulang beredar tidak ada matinya di Whatsapp dan Facebook.

Jadi berhati-hatilah menerima berita hoax. Kalau perlu pakai fasilitas "Cek Fakta" yang ada di Viva.co.id untuk mengetahui apakah berita tersebut fakta apa hoax.

Sebab jika informasi bohong tersebut, ikut Anda sebarkan ke mana-mana. Bahaya. Ingat, penjara menunggu bagi pembuat dan penyebar berita hoax (Nur Terbit).