Penjelasan Ahli Forensik soal Jenazah Eril Utuh Meski Tenggelam 14 Hari di Sungai

Merdeka.com - Merdeka.com - Putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) sudah ditemukan. Jenazah Eril dalam kondisi utuh usai hilang selama 14 hari di Sungai Aare, Bern, Swiss.

Antropologi forensik FK UPN Veteran Jakarta, dr. Ayodya Heristyorini, menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan jasad Eril ditemukan dalam kondisi utuh. Salah satunya karena suhu sungai Aare yang rendah.

"Salah satu faktor terbesar pembusukan jenazah adalah suhu. Pada suhu rendah pembusukan dapat sangat melambat bahkan berhenti," kata dr. Ayodya, saat dihubungi merdeka.com, Jumat (10/6).

Faktor suhu rendah juga akan menekan tingkat pembusukan pada jasad. Sebab, pembusukan merupakan proses kimiawi interaksi bakteri yang membutuhkan faktor suhu.

"Pembusukan sejatinya proses kimiawi interaksi bakteri. Jadi suhu panas bisa mempercepat prosesnya dan suhu dingin melambatkan," paparnya.

Lebih lanjut, dr. Ayodya menyampaikan, faktor lain yakni tidak adanya trauma atau perlukaan pada jasad Eril.

"Atau tidak ada fauna yang menggerogoti jenazah maka biasanya akan tetap utuh," jelas Ayodya.

Penjelasan Ridwan Kamil

Ridwan Kamil mengungkapkan penyebab jasad Eril tetap utuh melalui unggahan di Instagram Story-nya, Jumat (10/6). Kang Emil panggilan akrabnya menjelaskan bahwa dirinya baru selesai memandikan jenazah Eril di sebuah rumah sakit di Bern.

"Alhamdulillah, di rumah sakit Bern, sesaat setelah memandikan jenazah Eril," tulis Ridwan Kamil dengan mengunggah foto berdiri di depan rumah sakit.

Ridwan Kamil pun memberikan penjelasan ilmiah kenapa jenazah Eril ditemukan dalam keadaan utuh. Salah satu penyebabnya adalah kondisi air di Sungai Aare.

"Penjelasan alamiah kenapa jasadnya masih utuh, Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setelah membeku sehingga tetap utuh lengkap walau berada di dasar sungai selama 14 hari," tulis Ridwan Kamil. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel