Penjelasan Ahli Pidana Mengenai Hukuman Seumur Hidup

Merdeka.com - Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ferdy Sambo seumur hidup hukuman penjara. Tidak ada hal yang meringankan Sambo dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, mantan ajudannya.

Lantas, apakah Ferdy Sambo akan mendekam di bui sepanjang hidupnya atau sesuai dengan usianya saat ini.

Ahli Pidana Hukum Prof Hibnu Nugroho menjelaskan terminologi hukuman seumur hidup adalah sampai terpidana meninggal.

Terlebih tidak ada hal yang meringankan Ferdy Sambo dalam tuntutan jaksa.

"Sampai meninggal di LP (Lembaga Pemasyarakat). Kalau umurnya sampai 70 tahun ya sampai 70 tahun. Sampai meninggal di LP," tegas Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman ini saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (18/1).

Namun, ia tidak menutup kemungkinan jika Ferdy Sambo akan mengajukan banding.

Tetapi, hal itu dikembalikan lagi kepada keyakinan hakim. "Vonis hakim nanti belum tentu dikurangi saat banding. Tergantung dari penasihat hukum apakah bisa meyakinkan hakim," tuturnya.

"Kalau bisa meyakinkan hakim, bisa jadi diubah hukuman waktu. atau malah bisa jadi hukuman mati. Karena dituntutan jaksa tidak ada hal yang meringankan," paparnya.

Hukuman seumur hidup sendiri tertuang dalam Pasal 12 ayat 1 KUHP. Dengan bunyi:

Pidana penjara ialah seumur hidup atau selama waktu tertentu.

Pasal (4):
Pidana penjara selama waktu tertentu sekali-kali tidak boleh melebihi 20 tahun.

Dengan demikian, dalam Pasal 12 Ayat (1) KUHP dijelaskan bahwa arti penjara seumur hidup adalah bahwa terpidana menjalani pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. Dan ditegaskan lagi dalam Pasal 12 Ayat (4) KUHP bahwa pidana penjara selama waktu tertentu sekali-kali tidak boleh melebihi dua puluh tahun. [rhm]