Penjelasan Ahli Pidana soal Potensi Ferdy Sambo Cs Bebas dari Penjara

Merdeka.com - Merdeka.com - Angin segar bakal dirasakan Ferdy Sambo cs. Empat tersangka pembunuhan berencana Brigadir J berpotensi akan keluar dari hotel prodeo.

Jika, penyidik tak kunjung merampungkan berkas perkara tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, yakni Ferdy Sambo, Bripka RR, Bharada E, Kuat Maruf melewati masa tahanan 120 hari.

Seperti diketahui, keempatnya telah dijebloskan ke penjara. Hanya Putri Candrawathi, tersangka pembunuhan berencana Brigadir J yang tidak ditahan dengan alasan masih memiliki balita.

Pakar Hukum Pidana Universitas Katolik Parahyangan Agustinus Pohan menjelaskan terkait aturan masa tahanan 120 hari.

Aturan batas masa tahanan tersangka pidana tertuang dalam Pasal 24 hingga Pasal 29 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Dengan rincian, masa penahanan awal tingkat penyidikan berlaku 20 hari. Kemudian dapat diperpanjang oleh penuntut umum paling lama 40 hari.

Khusus bagi tersangka dengan ancaman pidana di atas sembilan tahun, perpanjangan penahanan diberikan tambahan 30 hari. Apabila diperlukan, dapat diperpanjang 30 hari lagi. Sehingga akumulasi masa tahanan maksimal tersangka di tingkat penyidikan adalah 120 hari.

Tersangka yang telah keluar, kata Pohan, dapat beraktivitas secara normal. Selain itu, meskipun tersangka sudah keluar, penyidikan akan tetap berjalan.

"Tetapi bukan berarti perkara pidananya jadi berhenti, penahanannya saja yang berakhir," tutur Pohan kepada merdeka.com pada Jumat (16/9).

Jika tersangka dalam masa tahanannya telah melewati 120 hari, maka tersangka tersebut harus dikeluarkan demi hukum. Jika tidak dikeluarkan, lanjut Pohan, artinya penyidik telah melanggar hukum.

"Tentu ada konsekuensi hukum, itu sama dengan penyekapan. Jadi kalau tidak dikeluarkan, orang-orang di rutan (rumah tahanan) melakukan kejahatan terhadap kemerdekaan orang," kata dia.

Pohan mengatakan, penyidik dapat kembali melakukan penahanan terhadap tersangka yang telah keluar. Syarat penahanan sama seperti pada saat awal tersangka ditahan.

"Syaratnya sama dengan syarat penahanan. Khawatir melarikan diri, khawatir mengulangi perbuatan, khawatir merusak bukti," tuturnya.

Lantas, apakah tersangka yang sudah dikeluarkan dari penjara karena telah menjalani masa tahanan bisa pelesiran.

"Penyidik dapat memanggil untuk kembali diperiksa, penyidikan dapat terus dilakukan. Pencekalan juga bisa dilakukan, agar tidak keluar negeri," bebernya.

Reporter Magang: Michelle Kurniawan [rhm]