Penjelasan BEM Fisip Unpad soal Unggahan "Kami Bersama Jokowi, Tapi Boong"

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - BEM Fisip Unpad mengunggah poster berisi kritikan yang dialamatkan pada Presiden Joko Widodo. Ketua BEM FISIP Unpad Virdian Auerellio Hartono mengaku ada tiga pemantik pihaknya mengeluarkan pernyataan sikap tersebut.

Virdian mengatakan, hal pertama yang menjadi pemantik adalah kritik BEM Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang mengunggah Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Ketua DPR Puan Maharani di akun Instagram yang berujung pada dipanggilnya mahasiswa oleh rektorat hingga peretasan akun.

Akun Instagram BEM KM Unnes dinyatakan hilang setelah menyematkan julukan 'The King Of Silent' untuk Ma'ruf Amin dan 'The Queen Of Ghosting' untuk Puan Maharani.

"Kami heran, kenapa kasus BEM UI kemarin tidak diambil pelajarannya bahwa kemudian rektor atau kampus merepresi mahasiswa malah terulang lagi di kampus Unnes?" kata Virdian saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (16/7/2021).

Kedua, lanjut Virdian, BEM Fisip Unpad menyampaikan kritik karena kebiajakan presiden Jokowi yang semakin menunjukkan karakter kebijakan yang kontradiktif terkait vaksinasi Covid-19 berbayar.

"Lalu yang ketiga, salah satu BEM dari Bali yang menyatakan mendukung Jokowi menolak segala pernyataan BEM UI dan menyatakan BEM akan lawan dengan BEM juga," ungkapnya.

Virdian juga menyatakan, pernyataan sikap yang disampaikan BEM Fisip Unpad tersebut merupakan bagian dari kegiatan pekan melawan yang digelar Aliansi Fraksi Rakyat Indnesia (AFRI).

"Kebetulan dalam beberapa minggu terakhir, AFRI sedang melakukan pengawalan bernama pekan perlawanan mengkritisi berbagai hal mulai dari isu HAM, demokrasi, pandemi, dan sebagainya," ujarnya.

Isi Pernyataan Sikap

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Padjdjaran (BEM Fisip Unpad), Bandung melontarkan kritikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Mereka bakal berpihak ke Jokowi, tetapi tidak gratis. Melalui akun Instagram resminya @bemfisipunpad, BEM Fisip Unpad menyertakan sejumlah syarat.

Badan pemerintahan kampus itu menuntut Jokowi menepati janji politiknya terhadap rakyat.

"Melihat banyaknya kritik terhadap Presiden Jokowi yang dilayangkan oleh berbagai elemen masyarakat termasuk mahasiswa belakangan ini maka dengan ini kami memilih untuk berdiri bersama Presiden Jokowi.

Dengan syarat Presiden Jokowi beserta jajarannya menuntaskan seluruh janji dan omongannya serta senantiasa berpihak kepada rakyat Indonesia!" tulis BEM Fisip Unpad, dikutip pada Jumat (16/7/2021).

BEM Fisip menilai realitasnya seringkali dijumpai rangkaian kebijakan Jokowi yang absurd dan tidak sesuai dengan omongannya. Mulai dari kriminalisasi masyarakat adat, carut marut penanganan Covid-19, hingga pembungkaman kebebasan berpendapat.

"Lalu, di mana komitmen Presiden Jokowi untuk menyelaraskan omongan dengan kebijakan?⁣" tanyanya.⁣"Cepat penuhi janji dan perkataannya Pak. Jangan bohong lagi!" desak BEM Fisip Unpad.

Pada unggahannya itu, BEM Fisip Unpad menyertakan foto Jokowi dengan tulisan, "Kami Bersama Presiden Jokowi," pada slide pertama. Pada slide kedua, mereka kembali menampilkan foto Jokowi dengan kalimat, "Tapi Boong!"

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel