Penjelasan BPOM soal Kabar Imun Sinovac Rendah Dibanding Vaksin Covid-19 Lain

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi vaksin COVID-19 Foto oleh Thirdman dari Pexels

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia, buka suara soal tuduhan bahwa respons imun vaksin Sinovac lebih rendah di antara 10 vaksin Covid-19 lain di dunia. Sepuluh vaksin tersebut, yakni AstraZeneca-Oxford, CanSino, Gamaleya Research Institute, Inovio, Johnson & Johnson, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNTech, Sinopharm dan Sinovac.

"Hingga saat ini, tidak ada dokumen dan informasi resmi dari WHO yang membandingkan respons imunitas 10 kandidat vaksin, atau pernyataan bahwa vaksin Sinovac rendah sebagaimana ditampilkan dalam pemberitaan," tegasnya melalui keterangan pers yang dikutip dari covid19.go.id, Senin (21/12).

Lucia juga membantah informasi yang menyebutkan bahwa hanya Indonesia yang membeli vaksin Sinovac dari Tiongkok. Menurut dia, ada sejumlah negara lain di dunia yang memesan Sinovac, seperti Brasil, Turki, Chile, Singapura, dan Filipina.

"Bahkan, Mesir juga sedang bernegosiasi untuk bisa memproduksi vaksin Sinovac di Mesir," katanya.

Jangan Kendor Pakai Masker

Direktur Registrasi Obat BPOM ini mengakui belum ada pengumunan tingkat efikasi vaksin Sinovac, baik dari pihak produsen maupun badan pengawas obat di negara tempat dilakukannya uji klinik fase 3. Namun, dia memastikan pemerintah betul-betul mutu dan efektivitas vaksin sebelum melakukan vaksinasi Covid-19.

"Badan POM bersama Komite Nasional Penilai Obat dan para ahli akan memastikan dan mengawal aspek keamanan, khasiat serta mutu dari vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk program vaksinasi sesuai standar yang ditetapkan oleh WHO," ujarnya.

Lucia mengingatkan, salah satu cara menangani pandemi Covid-19 adalah melakukan intervensi kesehatan melalui vaksinasi. Di sisi lain, pemerintah dan masyarakat kompak menerapkan protokol kesehatan 3M.

"Jangan kendor memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, siap divaksinasi saat vaksin siap," katanya.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: