Penjelasan Dokter Mengapa Banyak Gejala COVID-19 Ada yang Bertahan Lama

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta COVID-19 tidak seperti flu biasa, di mana kamu hanya perlu istirahat selama beberapa hari, lalu kembali beraktivitas seperti tidak terjadi apapun. Para peneliti mulai menemukan teori mengapa beberapa kasus COVID-19 bertahan sangat lama.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di JAMA pada bulan Juli 2019, hingga 87% orang terus mengalami beberapa gejala selama sebulan setelah infeksi COVID-19. Bagi beberapa orang, gejala COVID-19 bertahan dalam jangka waktu yang lama, berbulan-bulan setelah batuk pertama yang mengkhawatirkan atau kehilangan penciuman.

Bagi beberapa yang lain, gejala COVID-19 datang dan pergi, bahkan setelah mereka merasa sembuh. Waktu rata-rata antara tertular COVID-19 dan menunjukkan gejala adalah sekitar 3 sampai 14 hari dan gejala tersebut biasanya berlangsung sekitar 1 sampai 2 minggu dalam kasus ringan, seperti dilansir dari bustle.com.

Mengapa banyak gejala COVID-19 bertahan lebih lama?

Ilustrasi orang sakit. Sumber foto: unsplash.com/Engin Akyurt.
Ilustrasi orang sakit. Sumber foto: unsplash.com/Engin Akyurt.

Secara umum, gejala COVID-19 ringan dapat sangat bervariasi dari orang ke orang. WHO melaporkan padaa bulan September 2019 banyak orang, bahkan yang sakit ringan mengalami gejala menetap dan pemulihan berkepanjangan, di mana mereka tidak lagi menular, namun masih merasa tidak enak badan.

Jika kamu mengalami gejala COVID-19 yang buruk, pemulihanmu mungkin membutuhkan waktu 6 minggu atau lebih. Orang yang menderita COVID-19 tingkat parah dapat mengalami kerusakan jangka panjang pada paru-paru dan organ lain.

Mengapa banyak gejala COVID-19 bertahan lebih lama?

Ilustrasi orang sakit. Sumber foto: unsplash.com/Isabella and Louisa Fischer.
Ilustrasi orang sakit. Sumber foto: unsplash.com/Isabella and Louisa Fischer.

Sebuah penelitian terhadap orang yang terinfeksi COVID-19 ringan hingga sedang yang diterbitkan dalam Clinical Microbiology & Infection pada bulan Oktober 2019 menemukan bahwa hingga 60% kasus masih memiliki gejala selama 2 bulan setelah mereka mengalami terinfeksi. Para ahli menemukan ada kemungkinan kaitan dengan respon peradangan.

Peradangan adalah reaksi tubuh terhadap cedera dan ancaman, sehingga jika tubuh bereaksi terhadap infeksi COVID-19 dengan peradangan besar-besaran, perlu beberapa saat hingga gejalanya mereda. Ini sebenarnya muncul sebagai masalah kesehatan yang sangat serius dan bisa sangat melemahkan.

#Elevate Women