Penjelasan Exco PSSI Teruntuk Netizen yang Mempertanyakan Penghapusan Degradasi di Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Bagi netizen yang mempertanyakan keputusan penghapusan degradasi di Liga 1 musim ini, Komite Eksekutif (Exco) PSSI punya jawabannya. Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi di tengah pandemi.

"Orang banyak yang bertanya soal ini, kenapa begini? Kalau orang tak punya klub, susah menceritakannya," ujar anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani membuka penjelasannya ketika dihubungi Bola.com, Kamis (6/5/2021).

"Apalagi kalau seorang suporter. Bagi seorang yang punya klub, ini sangat berat. Bagi seorang yang punya perusahaan, hari ini sangat berat. Sebab apa? Inilah dampak dari situasi saat ini."

"Ditambah kompetisi musim ini tanpa penonton. Klub tak dapat pemasukan kecuali subsidi dari operator kompetisi. Melalui pertimbangan-pertimbangan itu, klub-klub ini nantinya tidak akan maksimal karena faktor ekonomi. Bisa-bisa kalau kami paksakan, klub bisa mundur," jelas Hasani.

PSSI memutuskan Liga 1 2021/2022 yang rencananya digelar pada 3 Juli 2021, tidak mengenal format degradasi. Sistem promosi dari Liga 2 masih ada, namun jumlahnya berkurang menjadi dua. Praktis, peserta kompetisi menjadi 20 tim pada musim depan.

Klub yang Minta, PSSI yang Memutuskan

CEO Mahaka Sports, Hasani Abdulgani saat mengikuti Drawing babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)
CEO Mahaka Sports, Hasani Abdulgani saat mengikuti Drawing babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Yang pasti, Hasani berani menjamin, keputusan ini bukan sepihak datang dari PSSI. Exco PSSI, dalam rapatnya pada 3 Mei 2021, menghimpun desakan dari mayoritas klub yang menginginkan ketiadaan degradasi.

"Jadi, dengan segala pertimbangan, kami bilang, ya sudahlah, akhirnya teman-teman Exco PSSI ada yang setuju dan tidak, tapi mayoritas sepakat kalau Liga 1 2021.2022 tidak ada degradasi," tutur Hasani.

"Namun, untuk musim depan, Liga 1 kembali ke format awal. Kembali akan menggunakan sistem degradasi," terangnya.

Kabar penghapusan Liga 1 musim ini oleh PSSI bikin media sosial geger. Dari pengamatan Bola.com, kebanyakan netizen tidak sepakat, bahkan cenderung geram dan mengecam kebijakan ini.

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Kronologi Kebijakan Liga 1 Tanpa Degradasi

Rapat Exco PSSI 3 Mei 2021. (PSSI).
Rapat Exco PSSI 3 Mei 2021. (PSSI).

Hasani mengatakan sejumlah klub Liga 1 bersurat kepada kesekjenan PSSI untuk mengajukan peniadaan degradasi di musim ini.

Permohonan beberapa tim tersebut lalu dibahas di rapat Exco PSSI. Mayoritas anggota Exco, termasuk Hasani, sepakat dengan permintaan untuk menghapus degradasi pada Liga 1 2021/2022 asalkan tanpa mengubah Statuta PSSI.

"Jadi dalam rapat Exco terakhir, satu di antaranya membicarakan soal kompetisi musim ini. Saat itu, terjadi diskusi mengenai model kompetisi. Berdasarkan laporan dari kesekjenan PSSI, banyak klub mengirim surat ke PSSI untuk mempertimbangkan peniadaan degradasi," kata Hasani.

"Lalu di rapat terjadilah pro kontra, ada yang setuju dan tidak. Saya pribadi berprinsip, selama tidak melanggar Statuta PSSI dan sifatnya sementara, bukan seterusnya dan hanya di Liga 1 musim ini, saya setuju."

"Sebab kalau dipermanenkan, ada Statuta PSSI yang harus diubah. Ini sifatnya sementara, lalu ada negara yang melakukan ini, seperti Jepang. Jadi ada contohnya. Pertimbangan ini juga dilihat dari segi ekonomi," ujar Hasani.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel