Penjelasan Grab Terkait Sejumlah Pengguna yang Masih Alami Gangguan Layanan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi Grab eror atau mengalami gangguan di kawasan Asia Tengara, terutama di Indonesia, Singapura, dan Malaysia pada Selasa (16/11/2021).

Namun sepertinya layanan di aplikasi Grab belum sepenuhnya pulih. Pantauan Tekno Liputan6.com di Twitter, Rabu (17/11/2021), ada segelintir pengguna yang mengaku masih mengalami gangguan, salah satunya tak bisa melakukan pembayaran lewat OVO.

"Barusan order GrabFood tapi gak bisa bayar pakai OVO….tampilan di aplikasi sudah berasa ada yang aneh dari kemarin siang deh kyknya," tulis seorang warganet.

"@GrabID @ovo_id kenapa pembayarannya ditolak teruss?!!," cuit seorang pengguna Grab di Twitter.

Terkait keluhan ini Grab tak menyangkal kalau gangguan layanan pada Selasa pagi kemarin berdampak ke sejumlah mitra dan pelanggan di seluruh wilayah Asia Tenggara.

"Layanan utama Grab telah dipulihkan pada Selasa pagi (16/11/2021), namun kami menerima laporan bahwa sejumlah mitra dan pelanggan masih mengalami gangguan layanan yang bersifat intermiten," kata Juru Bicara Grab melalui pesan singkat.

Pihak Grab kemudian meminta maaf kepada semua pengguna yang terkena dampak gangguan layanan.

"Kami bekerja keras untuk mengatasi masalah ini dan meminta maaf kepada semua pengguna yang terkena dampak atas ketidaknyamanan ini," ucap Juru Bicara Grab menambahkan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pengguna Asia Tenggara Tak Bisa Akses Aplikasi

Ilustrasi Grab
Ilustrasi Grab

Sebelumnya, Grab mengumumkan layanannya tidak bisa diakses karena ada kendala teknis. Kejadian ini dialami oleh sejumlah pengguna di Asia Tenggara pada Selasa (16/11/2021).

Dalam notifikasi yang ditujukan kepada para pengguna, Grab Indonesia menyebut, "Saat ini tim kami sedang berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi hal ini."

Grab juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Mengutip laman Channel News Asia, sejumlah pengguna Grab di Asia Tenggara, seperti di Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand mengeluhkan layanan ride-hailing dan pengiriman makanan Grab down.

Pengguna yang terdampak terlihat mengomentari laman Facebook Grab sejak pukul 8 pagi, mengatakan mereka tidak bisa mencari lokasi dan memesan perjalanan melalui aplikasi.

Para pengguna di Bangkok mengatakan, lokasi ride-hailing tidak tersedia di aplikasi selama beberapa jam terakhir.

Driver Tak Bisa Terima Pesanan

Tutup mata akan gengsi, Thina sukses dirikan warung sayur di tengah pandemi (Grab Indonesia)
Tutup mata akan gengsi, Thina sukses dirikan warung sayur di tengah pandemi (Grab Indonesia)

Sementara komentar lainnya menyebut, aplikasi Grab error tidak hanya untuk penumpang atau konsumen melainkan aplikasi Grab untuk pengemudi yang tidak dapat menerima pesanan.

Selain itu, seorang pengguna menyebut aplikasi untuk pengendara Grab Food juga tidak responsif. "Membuat kami semua menganggur," tulis komentar pengendara Grab.

Dalam balasan terhadap komentar-komentar yang masuk, Grab mengatakan, "Kami mengalami beberapa kesulitan teknis pada aplikasi kami."

Kendati demikian, sekitar satu jam kemudian, yakni pukul 9 pagi, perusahaan mengumumkan dalam unggahannya di Facebook bahwa beberapa layanan mereka tidak dapat diakses dan tengah menyelidiki masalah ini.

Kerjasama Strategis Grab dan Emtek

Peresmian Kerjasama Strategis Grab dan Emtek Berdayakan UMKM di Ekosistem Digital. Dok
Peresmian Kerjasama Strategis Grab dan Emtek Berdayakan UMKM di Ekosistem Digital. Dok
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel