Penjelasan Hasil Tes PCR Cristiano Ronaldo yang Masih Positif Setelah 2 Minggu

·Bacaan 2 menit

DREAMERS.ID - Sudah dua minggu melakukan isolasi mandiri setelah dikonfirmasi positif COVID-19 pada 13 Oktober lalu, hasil test PCR (polymerase chain reaction) mega bintang Cristiano Ronaldo masih saja positif.

Tes terbaru merupakan tes ketiga Ronaldo di bulan ini. Dengan hasil tes tersebut, pemain Juventus itu pun harus kembali melakukan isolasi. Masa isolasi sendiri harus dilakukan selama 10 hingga 14 hari.

Kondisi Juventus yang harus tampil tanpa Ronaldo diketahui terus mengalami hasil buruk, terakhir Juventus takluk 2-0 dari Barcelona di Liga Champions. Ronaldo sendiri mengungkap kondisinya sekarang ini baik-baik saja, karena dari awal didiagnosis positif memang tidak bergejala.


Image Source: Instagram @cristiano

Lalu dengan kondisinya yang sudah membaik dan sudah melakukan isolasi dua minggu lamanya, kenapa hasil tes pemain berjuluk CR7 masih positif? Sedangkan pemain bola lain lebih cepat sembuh.

Melansir DetikHealth (29/10), organisasi kesehatan dunia (WHO) memperbarui panduannya tentang isolasi pasien COVID-19 pada Mei 2020. Bagi pasien bergejala ringan-sedang, tidak ada keharusan untuk mendapat hasil PCR negatif untuk bisa dinyatakan 'sembuh' atau tepatnya selesai isolasi (discharge from isolation).

Untuk pasien bergejala ringan-sedang seperti Ronaldo, isolasi dinyatakan selesai 10 hari setelah onset atau munculnya gejala, plus sedikitnya 3 hari tambahan setelah tak bergejala (termasuk tanpa demam dan keluhan pernapasan).

Panduan tersebut berdasar pada hasil sebuah riset di Korea Selatan yang melibatkan 285 pasien COVID-19. Dalam penelitian tersebut didapati bahwa hasil positif masih muncul setelah pasien dinyatakan sembuh. Ilmuwan tidak menemukan bukti bahwa pasien -pasien tersebut masih 'infectious' atau bisa menularkan virus.

Dr Ania Wajnberg, ilmuwan dari Icahn School of Medicine at Mount Sinai in New York City kemudian meberikan penjelasan terkait masalah tersebut.

"Apa yang kami temukan terus adalah fragmen virus yang diambil saat swab tersebut beberapa pekan kemudian tidak bereplikasi (menggandakan diri)," ungkap Wajnberg "Mereka bukan virus hidup," lanjutnya.

Kesimpulannya, jika pasien sudah bebas gejala dan sudah menjalani isolasi 10-13 hari, maka diyakini sudah tidak menularkan COVID-19 meski belum mendapat hasil PCR negatif.

Berita Lainnya :

Pensiun Dengan Prestasi Cemerlang, Segini Harta kekayaan Khabib Nurmagomedov

Pensiun Demi Ibu, Begini Perjalanan Karier Pegulat Muslim Khabib Nurmagomedov