Penjelasan Kabareskrim soal Pasal Pembunuhan yang Jerat Bharada E

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menetapkan Bharada Eliezer alias Bharada E tersangka pembunuhan Brigadir J. Penyidik menjerat Bharada E Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Lantas, muncul pertanyaan apakah Bharada E sengaja membunuh Brigadir J?

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto buka suara. Ia menegaskan persangkaan pasal tersebut sudah atas berbagai pertimbangan penyidik.

"Penyidik menetapkan pasal itu dengan mempertimbangkan keterangan saksi, alat bukti yang ditemukan oleh Timsus," kata Kabareskrim saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (4/8).

Sayangnya, Kabareskrim enggan menjelaskan lebih rinci saat ditanya apakah sudah ada perencanaan pembunuhan sebelumnya.

"Tunggu saja kan semua masih berproses. Saya enggak mungkin menjelaskan karena saya masuk dalam Timsus," tuturnya.

"Irsus dan watprov sedang mendalami peran pihak-pihak terkait masalah tersebut," singkatnya.

Sebelumnya, Polri resmi menetapkan Bharada E sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Brigadir J dalam peristiwa adu tembak ajudan Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Posisinya pun disebut tidak dalam kondisi membela diri saat kejadian.

"Pasal 338 juncto 55 dan 56 KUHP, jadi bukan bela diri," tutur Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/8).

Andi enggan merinci lebih jauh pengenaan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP yang bermakna ada andil pihak lain dalam kasus kematian Brigadir J.

"Tadi sudah saya sampaikan pemeriksaan belum selesai, masih dalam pengembang terus," jelas dia. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel