Penjelasan Kapolri Sigit soal Penetapan Tersangka Pimpinan Khilafatul Muslimin

Merdeka.com - Merdeka.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjanji akan mengusut tuntas Khilafatul Muslimin. Listyo menilai, organisasi yang dianggap menyebarkan ajaran bertentangan dengan Pancasila seperti Khilafatul Muslimin tidak boleh berkembang di Indonesia.

"Pengembangan terus kita lakukan. Kita tidak ingin hal-hal seperti ini berkembang," kata Listyo ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/6).

Listyo menjamin saat ini polisi tengah berproses mengusut Khilafatul Muslimin. Ia bilang secara teknis pengembangan kasus akan disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya atau Kadiv Humas Polri. Termasuk pasal apa saja yang akan disangkakan terhadap organisasi ini.

"Saat ini sedang berproses. Tentunya kita telah menerapkan pasal-pasal nanti secara teknis akan disampaikan Kapolda atau Kadiv Humas," katanya.

"Yang jelas pendalaman-pendalaman terus dilakukan. Tentunya secara bertahap Kadiv Humas atau wilayah yang menangani tentunya akan memberikan informasi terkait penanganan ini," jelasnya.

Pengusutan Khilafatul Muslimin bermula dari konvoi dengan sepeda motor dan membawa tulisan 'Kebangkitan Khilafah'.

Organisasi yang dipimpin Abdul Qodir Hasan disebut-sebut menawarkan khilafah untuk menggantikan ideologi Pancasila yang sah. Hal itu demi kemakmuran serta kesejahteraan umat.

Demikian diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengungkap peran Abdul Qodir Hasan.

"Organisasi Khilafatul Muslimin menawarkan khilafah sebagai solusi pengganti ideologi negara demi kemakmuran negeri dan kesejahterahan umat," kata Zulpan saat konferensi pers, Selasa (7/6).

Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja (AB) telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Ya memang untuk penangkap KM ya, kemudian untuk tersangka sudah ditahan atas nama inisial AB dari Polda Metro Jaya, kemudian dibackup dari Bareskrim dan Polda Lampung," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/6).

Menurutnya, saat ini penyidik masih mendalami peran dari sejumlah pihak terkait lainnya. Tidak menutup kemungkinan bertambahnya tersangka dalam perkara tersebut. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel