Penjelasan Kemenag soal WNI Dipenjara Gara-Gara Dituduh Lakukan Pelecehan saat Umrah

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang jemaah Umrah asal Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) MS (26) mendapatkan vonis dua tahun penjara dan denda 50 ribu riyal usai melakukan pelecehan seksual terhadap wanita asal Lebanon. Tindakan pelecehan dilakukan MS saat melakukan tawaf di Masjidil Haram.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Ikbal Ismail menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan tentang jemaah umrah asal Kabupaten Pangkep divonis dua tahun penjara dan denda 50 ribu Riyal atau Rp200 juta.

"Sudah putus persidangan, dua tahun penjara dan denda Rp200 juta," katanya di Makassar, Minggu (22/1).

Dia menjelaskan hukuman dijatuhkan kepada MS karena mengakui perbuatannya saat dilakukan berita acara pemeriksaan (BAP). Tak hanya itu, bukti CCTV juga menguatkan putusan.

"Persoalannya saksi itu Laskar yang ada di dekat Hajar aswad, ada dua orang petugas. Kedua CCTV dan pada saat di BAP dia mengakui," kata Ikbal.

Ikbal menjelaskan kejadian tuduhan pelecehan seksual dilakukan oleh MS pada waktu tawaf. Ikbal menjelaskan pihak travel sempat mendampingi MS dan melapor ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Mekkah.

"Setelahnya KJRI yang ambil alih. MS dituduhkan melakukan pelecehan seksual terhadap wanita dan mencemari kesucian Masjidil Haram," tuturnya. [fik]